Pertumbuhan Pendapatan Coca-Cola 2026: Antara Tantangan dan Optimisme

ORBITINDONESIA.COM – Coca-Cola memproyeksikan pertumbuhan pendapatan organik sebesar 4% hingga 5% pada tahun 2026, di tengah penurunan permintaan minuman akibat konsumen yang lebih berhati-hati dalam berbelanja.

Seperti PepsiCo, Coca-Cola mengalami penurunan permintaan minuman karena konsumen berusaha menghemat pengeluaran belanja. Meski begitu, divisi air, olahraga, kopi, dan teh menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan portofolio lainnya.

Laporan kuartal keempat menunjukkan pendapatan bersih sebesar $2,27 miliar. Volume kasus unit naik 1% dan pendapatan organik meningkat 5%. Permintaan di Amerika Utara dan Latin mulai membaik, meski volume keseluruhan 2025 tetap stagnan.

Konsumen masih bersedia membayar lebih untuk produk premium seperti Smartwater dan Fairlife. Namun, tantangan tetap ada, terutama di pasar internasional di mana Coca-Cola berharap kondisi membaik.

Pergantian CEO dari James Quincey ke Henrique Braun menandakan perubahan fokus dan strategi. Dengan ambisi mempercepat pengembangan produk dan meningkatkan integrasi pemasaran, akankah Coca-Cola mampu menghadapi tantangan pasar global? (Orbit dari berbagai sumber, 12 Februari 2026)