Lonjakan Investasi di Chevron: Apa Artinya bagi Investor?
ORBITINDONESIA.COM – Ketika harga minyak kembali naik, Wall Street tampaknya telah meningkatkan kepercayaan mereka pada Chevron, salah satu perusahaan minyak dan gas terkemuka dunia.
Chevron telah lama menjadi saham andalan di sektor energi. Namun, peningkatan investasi baru-baru ini dari manajer aset besar menandai kepercayaan baru terhadap potensi pertumbuhan perusahaan ini. Bahkan sebelum perkembangan geopolitik terbaru, Chevron sudah menjadi pusat perhatian bagi investor yang berharap memanfaatkan pemulihan harga minyak.
Menurut pengajuan SEC form 13F terbaru, BlackRock dan The Vanguard Group menambah kepemilikan mereka di Chevron pada kuartal ketiga 2025. BlackRock membeli 20,1 juta saham tambahan, sementara Vanguard menambah 27,9 juta saham. Dengan valuasi saat ini yang sekitar 21,5 kali pendapatan ke depan, Chevron masih menarik meski terkesan mahal. Prediksi pendapatan jangka panjang yang mengantisipasi kenaikan harga minyak mentah menjadi faktor pendorong utama.
Investasi di Chevron dapat dianggap sebagai langkah strategis yang cerdas. Dengan fokus baru pada pengurangan biaya dan pertumbuhan arus kas, Chevron menunjukkan tekad untuk memenuhi prediksi pendapatan yang meningkat. Selain itu, keterlibatan Chevron dalam proyek energi untuk pusat data AI menunjukkan bahwa perusahaan ini siap untuk masa depan yang lebih berbasis teknologi.
Meskipun Chevron tidak termasuk dalam 10 saham terbaik versi Motley Fool Stock Advisor, banyak faktor yang menjadikannya pilihan menarik bagi investor berani. Apakah ini saatnya untuk melangkah dan berinvestasi, atau lebih baik menunggu perkembangan lebih lanjut? Pilihan ada di tangan Anda.
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Februari 2026)