Inspiratif! Rajin Membersihkan Selokan, Empat Anak Asal Purwakarta Dijuluki Pandawara Cilik

sumber: kolase orbit

sumber: kolase orbit

Program Berdampak

Pagi itu, suara tawa anak-anak terdengar bersahutan di pinggir selokan. Bukan sedang bermain gawai atau berlarian mengejar layang-layang, mereka justru mengenakan sarung tangan, membawa karung, lalu memunguti sampah yang menyumbat aliran air. Empat anak asal Purwakarta, Jawa Barat, itulah yang belakangan menjadi perbincangan warganet setelah aksi mereka membersihkan selokan viral di media sosial.

Aksi tersebut bukan muncul tanpa alasan. Keempat anak itu mengaku terinspirasi oleh gerakan Pandawara Group, komunitas anak muda asal Bandung yang dikenal luas melalui aksi membersihkan sungai dan saluran air yang dipenuhi sampah. Mereka bahkan meniru gaya dokumentasi khas Pandawara Group dengan memperlihatkan kondisi selokan sebelum dan sesudah dibersihkan. Dalam video yang pertama kali diunggah melalui akun TikTok @arka.radit0, terlihat satu per satu sampah diangkat hingga saluran air yang semula dipenuhi plastik dan limbah rumah tangga kembali mengalir lebih bersih.

Seiring berjalannya waktu, aksi mereka tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga kesadaran akan pentingnya keselamatan diri. Jika pada video awal mereka terlihat membersihkan selokan tanpa perlindungan tangan, kini sarung tangan mulai menjadi bagian dari perlengkapan yang digunakan saat beraksi.

Di balik aksi para pandawara cilik itu, tersimpan pesan yang jauh lebih besar. Ketika sebagian orang masih menganggap persoalan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, empat anak ini justru membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Mereka memilih bertindak melalui aksi sosial yang nyata di tengah persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesia menghasilkan lebih dari 30 juta ton sampah setiap tahun, dengan sisa makanan dan plastik menjadi jenis sampah yang paling mendominasi. Sebagian di antaranya berakhir menyumbat sungai dan saluran drainase sehingga meningkatkan risiko banjir, pencemaran lingkungan, hingga gangguan kesehatan masyarakat.

Pandawara Cilik mungkin tidak mengangkut berton-ton sampah seperti Pandawara Group. Namun, mereka telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak ditentukan oleh usia. Menjaga bumi tidak harus menunggu dewasa, sebab kesadaran itu dapat tumbuh dan diwujudkan melalui langkah-langkah kecil sejak usia dini.

Meski demikian aksi bersih-bersih Pandarawa Cilik ini tetap membutuhkan pendampingan orang dewasa. Selain perlengkapan keselamatan yang memadai, edukasi mengenai cara menangani sampah dan potensi bahaya di saluran air juga penting agar semangat mereka dapat terus tumbuh tanpa mengorbankan keselamatan.

Kisah Pandawara Cilik bukan semata tentang empat anak yang membersihkan selokan. Kisah ini mengingatkan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan konsisten. Di tengah derasnya arus konten digital, mereka memilih menyebarkan teladan yang menginspirasi banyak orang.