Narges Mohammadi: Simbol Perlawanan di Tengah Represi Iran
ORBITINDONESIA.COM – Upaya represif Iran terhadap pembangkangan sipil mencapai puncaknya dengan vonis penjara baru untuk peraih Nobel Perdamaian, Narges Mohammadi, setelah ia memulai mogok makan.
Iran telah menjatuhkan hukuman lebih dari tujuh tahun penjara kepada Narges Mohammadi, yang dikenal sebagai simbol aktivisme di Iran. Ini terjadi di tengah pengetatan kebijakan terhadap pembangkangan yang meluas setelah protes nasional.
Mohammadi, yang sebelumnya menjalani hukuman penjara karena tuduhan kolusi melawan keamanan negara, kini menghadapi vonis baru atas tuduhan propaganda. Kasus ini mencerminkan eskalasi represi Iran terhadap suara kritis, terutama setelah protes yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini pada 2022.
Pemerintah Iran tampaknya mengadopsi pendekatan keras terhadap pembangkangan sebagai respons terhadap tekanan baik dari dalam negeri maupun internasional. Sikap ini diperkuat oleh pidato Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi yang menekankan kekuatan Iran dalam menolak kekuatan besar.
Dengan situasi politik dan sosial yang semakin tegang, nasib Narges Mohammadi menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia di Iran. Apakah langkah keras ini akan berlanjut, atau adakah harapan bagi perubahan yang lebih positif?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Februari 2026)