Upaya Aceh Tamiang Melawan DBD Pasca Banjir dengan Fogging dan Gotong Royong

ORBITINDONESIA.COM – Fogging menjadi senjata utama Aceh Tamiang dalam menghadapi ancaman DBD dan malaria setelah banjir. Dinas Kesehatan setempat bergerak cepat melindungi warganya.

Banjir yang melanda 12 kecamatan di Aceh Tamiang meningkatkan populasi nyamuk, mengancam kesehatan penduduk. Dinkes Aceh Tamiang segera bertindak dengan program fogging untuk mengantisipasi munculnya kasus DBD dan malaria.

Kolaborasi antara Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Kota Binjai, dan institusi kesehatan lainnya menandai pendekatan komprehensif dalam penanganan ancaman kesehatan ini. Hingga kini, sembilan kecamatan telah menjalani fogging, dengan tiga kecamatan di wilayah pesisir menyusul.

Aksi fogging ini bukan hanya tentang mengurangi populasi nyamuk, tetapi juga menunjukkan pentingnya kerja sama lintas daerah. Namun, keberhasilan jangka panjang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong dan praktik 3M.

Fogging dan gotong royong menjadi solusi sementara untuk mengendalikan nyamuk pasca banjir. Namun, pertanyaan tetap: bagaimana meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam jangka panjang untuk menjaga kebersihan lingkungan?