Kerjasama Indonesia-China: Ekosistem Baterai Mobil Listrik Menyongsong Masa Depan

ORBITINDONESIA.COM – Indonesia kini di ambang menjadi pusat pengembangan baterai mobil listrik terbesar kedua di dunia, berkat kerja sama strategis dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co dari China.

Dalam upaya mempercepat transisi energi hijau, Indonesia menargetkan pengembangan ekosistem baterai yang terintegrasi. Proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan kemandirian energi nasional.

Dengan investasi mencapai US$ 8 miliar, proyek Titan diharapkan meningkatkan kapasitas produksi baterai hingga 20 GW. Ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk mengalihkan ratusan juta kendaraan bermotor ke tenaga listrik, mengurangi impor dan subsidi BBM.

Langkah menggandeng mitra baru dari China setelah kegagalan dengan LG menunjukkan betapa pentingnya kecepatan dan efisiensi dalam proyek strategis semacam ini. Dengan menjadi pemegang saham mayoritas, Indonesia mengamankan kontrol terhadap sumber daya strategis ini.

Proyek ini bukan sekadar investasi ekonomi, tetapi juga langkah strategis menuju kemandirian energi. Namun, apakah Indonesia siap mengelola dampak sosial dan lingkungan dari megaproyek ini? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 2 Februari 2026)