Strategi Efektif Menghadapi Mandat Kerja Dari Kantor
ORBITINDONESIA.COM – Ketika dunia mulai meninggalkan pandemi COVID-19, kebijakan kerja dari kantor kembali mengemuka. Ini menimbulkan tantangan baru bagi pemimpin IT dalam menarik dan mempertahankan talenta.
Kebijakan kerja dari kantor semakin diterapkan oleh perusahaan besar seperti Amazon dan Microsoft. Namun, banyak pekerja IT merasa tertekan dengan kebijakan ini. Laporan Ivanti menunjukkan dua pertiga profesional IT merasa terdesak untuk kembali ke kantor.
Kebijakan ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan kolaborasi. Namun, studi menunjukkan bahwa kerja jarak jauh bisa sama produktifnya. Selain itu, perekrutan untuk posisi in-office membutuhkan waktu lebih lama hingga 50% dibanding peran remote.
Kebijakan kerja dari kantor dapat merusak kepercayaan jika dianggap tidak berfokus pada penciptaan nilai. Pemimpin IT harus menekankan kolaborasi yang efektif dan menghilangkan hambatan dalam lingkungan kerja. Penekanan pada hasil kerja lebih penting daripada hanya kehadiran fisik.
Keberhasilan kebijakan kerja dari kantor bergantung pada fokus pada nilai nyata dan hasil. Jika tidak, perusahaan berisiko kehilangan talenta terbaik. Pertanyaannya, bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan keinginan pekerja untuk fleksibilitas?
(Orbit dari berbagai sumber, 28 Januari 2026)