Pengakuan Bahasa Kurdi di Suriah: Langkah Awal Menuju Integrasi

ORBITINDONESIA.COM – Pemerintah Suriah mengumumkan keputusan bersejarah untuk mengakui bahasa Kurdi sebagai bahasa nasional, menandai perubahan signifikan dalam politik negara tersebut setelah bertahun-tahun penindasan terhadap komunitas Kurdi.

Sejak kemerdekaan Suriah pada tahun 1946, komunitas Kurdi telah menghadapi penindasan yang berkelanjutan. Dengan diumumkannya dekrit ini, Suriah memberi pengakuan resmi pertama atas hak-hak nasional Kurdi. Langkah ini menunjukkan upaya Presiden al-Sharaa untuk merangkul keberagaman setelah berakhirnya rezim Bashar al-Assad.

Pengakuan bahasa Kurdi sebagai bahasa nasional dan tahun baru Kurdi sebagai hari libur resmi adalah langkah simbolis yang penting. Namun, implementasi dari kebijakan ini masih diragukan oleh administrasi Kurdi yang menginginkan konstitusi permanen. Ketidakpercayaan ini diperburuk dengan tuduhan pelanggaran kesepakatan antara kedua belah pihak, menunjukkan bahwa tantangan politik dan sosial masih ada.

Keputusan ini dapat dilihat sebagai upaya pemerintah untuk memperbaiki hubungan dengan komunitas Kurdi. Meski demikian, keraguan tetap ada mengenai keseriusan niat pemerintah. Bagi banyak orang Kurdi, langkah ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjang menuju kesetaraan dan integrasi penuh dalam struktur negara Suriah.

Melihat perkembangan ini, penting untuk bertanya: Apakah pengakuan bahasa Kurdi akan diikuti dengan tindakan nyata lainnya dari pemerintah Suriah? Atau akankah ini menjadi janji kosong lainnya dalam sejarah panjang ketegangan etnis? Waktu yang akan menjawab pertanyaan ini, dan dunia akan mengawasi dengan cermat.

(Orbit dari berbagai sumber, 19 Januari 2026)