Krisis Pembayaran: Tantangan Ekonomi dan Kepercayaan di Nigeria

ORBITINDONESIA.COM – Keterlambatan pembayaran di Nigeria telah menjadi ancaman utama yang mengganggu pertumbuhan ekonomi dan merusak kepercayaan bisnis.

Di Nigeria, kebiasaan menunda pembayaran terus menghantui ekonomi. Keterlambatan ini berdampak lebih buruk dari inflasi atau kebijakan pajak baru. Masalah ini merembet dari pemerintah hingga sektor swasta, merusak usaha kecil dan menengah serta melemahkan rantai pasokan.

Keterlambatan pembayaran bukan sekadar pelanggaran kontrak, tetapi juga pelecehan ekonomi. Dana yang seharusnya mengalir tersendat, memaksa pihak yang lebih lemah menanggung beban risiko. Ini memperlambat aktivitas ekonomi dan meningkatkan pengangguran. Bahkan, banyak pengusaha muda kehilangan semangat inovasi mereka karena pembayaran yang tertunda.

Krisis ini menunjukkan adanya celah etis yang tajam antara penandatanganan kontrak dan eksekusi pembayaran. Ketidakdisiplinan dalam pembayaran mencerminkan lemahnya tata kelola dan integritas. Ini adalah panggilan untuk reformasi kebijakan di mana penegakan kontrak harus diberi bobot hukum yang kuat.

Memperbaiki budaya pembayaran adalah ujian karakter nasional. Nigeria harus berani membayar tepat waktu dan menegakkan kontrak. Masa depan ekonomi Nigeria bergantung pada keadilan dan kepercayaan. Apakah kita siap untuk mengambil langkah ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 12 Januari 2026)