Pelantikan Pengurus IABA 2025-2029: Alumni Inggris Raya Harus Berdampak pada Negeri

ORBITINDONESIA.COM - Pelantikan Pengurus IABA (Indonesian Association of British Alumni) belum lama ini di gedung BRILian di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan berlangsung khidmat dan meriah.

Acara pelantikan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional antara lain Hakim MK Arsul Sani, Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, Menparekraf Teuku Rifqy Harsya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan, dan alumni senior lainnya.

Pelantikan Pengurus dipimpin oleh Ketua Umum terpilih Triono Junoasmono yang memimpin pembacaan ikrar atas sekitar 140 orang Pengurus Alumni dari berbagai Universitas di Britania Raya.

Tercatat di dalam Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina, dan Dewan Pengawas diantaranya Agus Harimurti Yudhoyono (Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), Teuku Riefky Harsya (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia), Desra Percaya (Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya), Juda Agung (Wakil Menteri Keuangan), Hariono Isman, Saiful Haq Manan, Redha Bhawika, Siddharta Moersjid, Irnanda Laksanawan, M Qodari, Ashwin Sasongko, Arya rezavidi, Dyah Roro Esti Widya Putri, Saldi Isra, Arsul Sani, Hikmahanto Juwana, Surat Indrijarso, Gatot Prawiro, Basilio Araujo, Suyanto Mahdiputra, TM Luthfi Yazid, Yudi Hadori, dan sejumlah tokoh nasional lainnya. 

Adapun yang duduk dalam Dewan Eksekutif diantaranya, Triono Junoasmono (Ketua Umum), Ifan Haryanto, Bagus Pratomo, Aldian Vounthougenerenth, dan Farhana Desfila. 

Kepengurusan IABA saat ini tidak lepas dari peran tiga alumni UK yang menjadi mengurus sementara sebagai Caretaker IABA yaitu Basilio Araujo, Tahir Musa Luthfi Yazid, dan Suyanto Mahdiputra, yang memberikan “jalan” ( paved the way) bagi kepengurusan saat ini, karena masa transisi kepemimpinan yang sebelumnya dengan yang sekarang mengalami beberapa kendala. 

Memberikan kesan dan pesan di antaranya, Triono Junoasmono, Arsul Sani, Irnandan Laksanawan, M Qodari, Brian Yuliarto, Juda Agung, dan Desra Percaya.

Dalam sambutannya, Kepala Staf Presiden menceritakan pengalamannya saat kuliah di University of Essex ia menceritakan bagaimana untuk survive dan berbelanja indomie di London. Namun atas semua itu dengan segala perjuangannya, telah mengantarkannya menjadi seperti sekarang. Oleh karena itu, ia sepakat dengan yang disampaikan Triono Junoasmono (Ketua Umum IABA) agar alumni Inggris dapat bersatu dan bersinergi untuk memberikan dampak bagi negeri.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Brian Yuliarto, yang menegaskan bahwa alumni Inggris memiliki kelebihan yang harus dikembangkan yaitu akademik, pengalaman global, dan jejaring internasional.

Oleh sebab itu, gagasan pemerintah yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk mendorong kerja sama antar perguruan tinggi Indonesia dengan UK harus didukung oleh semua pihak. IABA juga siap bekerjasama dengan organisasi alumni universitas manapun, baik alumni universitas di luar negeri maupun luar negeri, sepanjang  untuk kemajuan negeri.

Akhirnya, dalam  menutup sambutannya, Ketua Dewan Pengawas IABA, Irnanda Laksanawan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Trio Caretaker, Luthfi Yazid, Mas Mahdi dan Basilio Araujo dan semua pihak yang telah berkontribusi hingga terbentuknya Kepengurusan IABA yang baru dan meminta untuk terus mengawal jalannya organisasi untuk periode 2025-2009 ini.

Menindaklanjuti pelantikan pengurus IABA, Sabtu, 7 Maret 2026, Dr. Luthfi Yazid sebagai caretaker, menyatakan bahwa organisasi alumni Inggris ini akan berupaya ikut andil dalam meredam konflik Iran versus Amerika-Israel. Hubungan tradisional yang dekat antara Inggris dan Amerika bisa menjadi pintu masuk IABA untuk ikut partisipasi dalam meredam konflik tersebut. 

Setidaknya IABA setuju dengan kebijakan PM Keir Starmer yang melarang pemakaian fasilitas militer di Pulau Diego Garcia milik Inggris untuk pesawat tempur Amerika dalam menyerang Iran. 

Serangan Amerika-Israel ke Iran, menurut pakar hukum alumnus University of Warwick Inggris ini  jelas-jelas melanggar hukum internasional. Karena itu, kondisi ini tak bisa dibiarksn. IABA ikut prihatin atas konflik tersebut karena  merusak perdamaian dunia.***