Berbeda dengan Pandangan Wahabi, TGB HM Zainul Majdi Tegas Sebutkan Syiah Bagian dari Umat Islam

ORBITINDONESIA.COM - Penjelasan TGB. Dr. HM. Zainul Majdi dalam rekaman video yang diunggahnya di akun media sosialnya, Rabu, 4 Maret 2026 menyampaikan pendapat yang berbeda dengan pandangan kelompok Wahabi. Menurut TGB, Syiah masih bagian dari umat Islam.

"Syiah itu memang tidak sama dengan kita. Namun, mereka tetap bagian dari ummat nabi besar Muhammad SAW. Tetap saudara seagama, seiman dan seislam," jelas TGB.

TGB yang juga Ketua Umum PBNWDI tidak menampik, memang ada bagian dari kelompok Syiah yang menganut paham ekstrem. Misalnya, dengan mereka mengkafirkan sebagian sahabat nabi. 

"Ada yang ekstrem di antara mereka? Iya. Ada namanya Ghulat Arrofidah atau Ghulat Syi'ah yang meyakini bahwa sebagian besar sahabat nabi itu telah kufur seperti Sayyidina Umar, Sayyidah Aisyah mereka kafirkan. Tetapi, ini kelompok kecil yang tidak menggambarkan pandangan mayoritas kaum Syiah," ungkap Ketua OIAA Indonesia ini.

Soal kelompok yang memiliki pandangan ekstrem menurut Doktor tafsir jebolan Universitas Al Azhar Mesir ini tidak hanya terdapat pada kelompok Syiah saja, melainkan juga ada di sekitar kita.

"Kelompok ekstrem seperti ini tidak hanya ada di kelompok Syiah. Ya di kita pun. Di tengah-tengah kita pun banyak. Ada namanya Wahabi Takfiri yang kerjanya mengkafirkan, membid'ahkan, menganggap orang sesat, hanya karena ada pengalaman keagamaan yang berbeda. Ada juga di antara kita namanya Ghunatul Hanabilah. Kelompok yang disebut juga al Mujassimah. Dia menganggap bahwa Allah SWT itu punya anggota badan persis seperti manusia. Punya mata, telinga, wajah, jari sama seperti manusia. Ini kelompok ekstrem di tengah-tengah kita. Bukan orang Syiah ya. Tetapi sekali lagi, yang ekstrem ini tidak mencerminkan pandangan kita," jelas TGB

TGB juga meluruskan pandangan yang menyebut bahwa al Qur'an Syiah berbeda dengan al Quran umat Islam pada umumnya.

"Banyak isu-isu yang ternyata sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan. Termasuk, misalnya, orang Syiah itu punya Qur'an yang berbeda dengan kita. Itu ucapan yang tidak benar. Al Qur'an yang dibaca oleh orang Syiah ya dan saya pernah lihat sendiri ketika saya datang ke Qom (Iran), saya salat subuh, saya cek al Qur'annya. Saya mau tahu bener enggak al Quran mereka beda dengan kita? Ternyata sama. Saya cek juga al Qurannya orang Syiah yang ada di Irak, di Lebanon, di Yaman, ternyata sama dengan al Qur'an yang kita baca," ungkap TGB

Lebih jauh TGB menjelaskan, bahwa setiap tahun di Iran selalu diselenggarakan Musabaqoh Tilawatil Quran yang pesertanya dari seluruh dunia Islam termasuk Indonesia. 

"Beberapa tahun lalu, saya pernah tanya sama orang yang pernah ikut di sana (red, Iran). Bagaimana al Quran di sana? Jawabannya sama dengan al Quran yang kita baca," sebut TGB.

Di akhir video berdurasi 3 menit 34 detik itu, TGB menguatkan argumentasi untuk menegaskan bahwa tidak benar pandangan yang menyebut Syiah bukan bagian dari Islam.

"Kalau Syiah itu memang bukan bagian dari Umat Nabi Muhammad SAW, maka tentu pemerintah Arab Saudi tidak akan mengizinkan mereka menginjak tanah suci. Tapi buktinya setiap tahun hampir seratus ribu jamaah haji kaum Syiah dari Iran, belum lagi dari Iraq, yang dari Yaman, yang dari Lebanon, datang ke tanah suci." 

"Tawaf dengan tawaf yang sama. Bermanasik dengan manasik yang sama, salat dengan qiblat yang sama, membaca al Quran yang sama, berzikir bertasbih bersholawat dengan sholawat yang sama. Apalagi yang kita perlukan untuk meneguhkan ya keyakinan kita bahwa kita ini satu sama lain adalah saling bersaudara," tutup TGB. ***