Serangan Drone di Kherson: Ancaman Perdamaian di Tengah Konflik Ukraina-Rusia
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan kembali meningkat setelah serangan drone di Kherson menewaskan 20 orang, memicu tudingan dari Rusia terhadap Ukraina dan mengguncang upaya perdamaian.
Serangan ini terjadi di tengah upaya Presiden AS Donald Trump untuk menengahi perdamaian antara Kyiv dan Moskow. Konflik yang sudah berlangsung hampir empat tahun ini mengancam stabilitas regional dan internasional.
Serangan drone yang menargetkan hotel di Kherson menunjukkan eskalasi baru dalam taktik perang. Rusia menyebut ini sebagai tindakan teroris. Sementara itu, Ukraina menghadapi serangan balasan yang merusak infrastruktur energi, kereta api, dan pelabuhan.
Serangan ini mencerminkan kerentanan proses perdamaian. Ketidakstabilan di wilayah konflik dapat menghambat diplomasi internasional. Upaya Trump bisa gagal jika kedua belah pihak terus meningkatkan serangan.
Tragedi di Kherson menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk dialog yang konstruktif. Bisakah dunia internasional mendorong solusi damai? Atau akankah kekerasan terus mendominasi? Masa depan perdamaian di Ukraina masih penuh ketidakpastian.
(Orbit dari berbagai sumber, 3 Januari 2026)