Menata Asa Baru Pascabanjir di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang
ORBITINDONESIA.COM - Aktivitas ekonomi di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, perlahan kembali hidup pascabanjir yang sempat melumpuhkan aktivitas perdagangan. Di balik lumpur yang belum sepenuhnya kering dan parit-parit yang masih dibersihkan, semangat para pedagang untuk bangkit mulai terlihat.
Surahim, seorang tukang sepatu asal Kuala Simpang, Desa Bukit Rata, menjadi salah satu potret ketangguhan pedagang kecil di pasar tersebut. Ia menceritakan bagaimana saat banjir melanda, kondisi pasar nyaris lumpuh total, akses jalan tidak bisa dilalui, dan pedagang diminta untuk tidak mendekati lokasi demi keselamatan.
Namun seiring surutnya air dan upaya pembersihan material yang dilakukan terus menerus, Surahim memberanikan diri kembali ke tokonya dan memeriksa kembali barang-barang yang dapat diselamatkan.
Beruntungnya terdapat beberapa barang masih dalam kondisi baik dan layak jual, Surahim menjual sepatu pacul atau sepatu bot karet untuk satuan tugas maupun masyarakat yang melakukan aktivitas pembersihan material lumpur pascabanjir.
Selama hampir sepekan, Surahim membersihkan tokonya secara bertahap. Bantuan kebutuhan dasar seperti makanan telah diterimanya, baik dari pemerintah, perangkat desa maupun pihak terkait lainnya.
Kini, tokonya mulai dibuka secara perlahan. Sambil membereskan sisa lumpur, ia tetap melayani pembeli yang datang silih berganti. Surahim juga mengungkapkan dirinya sempat berjualan di area depan pasar dan sangat ramai dikunjungi pembeli. Namun dirinya memutuskan kembali ke toko untuk tetap berjualan sambil melakukan pembersihan lanjutan.
Meski demikian, Surahim mengakui masih dibutuhkan waktu untuk membersihkan parit-parit di lorong lainnya agar aktivitas pasar bisa pulih sepenuhnya.
Di tengah upaya bangkit tersebut, Surahim menaruh harapan besar kepada pemerintah, baik daerah maupun pusat, terus memberikan dukungan nyata kepada para pedagang, khususnya terkait dengan utang modal yang dimiliki para pedagang di tengah kondisi krisis pascabencana ini.
Dukungan Pemulihan Ekonomi Para Pedagang
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis menyatakan tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak.
Melalui Kementerian Koperasi dan UKM, telah disiapkan Klinik UMKM Bangkit yang akan memberikan pendampingan, suntikan modal, serta program penghapusan utang bagi UMKM terdampak, disesuaikan dengan skala kerugian yang dialami.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi Pasar Kuala Simpang sekaligus menguatkan kembali semangat para pedagang kecil untuk bangkit, menata ulang usahanya, dan kembali menggerakkan roda perekonomian daerah.
Dirinya juga menjelaskan bahwa pembersihan pasar hingga 1 Januari progresnya telah mencapai 90 persen. Jika kondisi cuaca cerah dan mendukung, pembersihan ditargetkan selesai pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Upaya pemulihan pasar turut melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas daerah terkait, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). ***