KOWANI Semarakkan Peringatan Bersama Hari Anak dan Kebaya Nasional

Ny. Nannie Hadi Tjahjanto (tengah) di acara KOWANI. (Foto: M. Abriyanto)

Ny. Nannie Hadi Tjahjanto (tengah) di acara KOWANI. (Foto: M. Abriyanto)

Perempuan

ORBITINDONESIA.COM - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) semarakkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 secara bersamaan di Senayan City Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026, dengan menekankan komitmennya memperkuat perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, penguatan ketahanan keluarga.

Saat yang sama, KOWANI pun melakukan transformasi organisasi di era digital dengan peluncuran situs web resmi sebagai bagian dari persiapan menuju satu abad KOWANI pada 2028.

Peringatan yang diselenggarakan secara luring dan daring tersebut dihadiri pimpinan lembaga negara dan kementerian, tokoh nasional, tokoh perempuan Indonesia, Ketua Umum dan Presidium organisasi anggota KOWANI, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), mitra strategis, akademisi, pelaku usaha, insan budaya, pendidik, pendamping anak, generasi muda, insan media, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., menyampaikan, “Kehadiran seluruh undangan merupakan kehormatan dan penguatan yang sangat berarti bagi KOWANI. Walaupun berada di tempat yang berbeda, kita dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu melindungi anak, menguatkan perempuan dan keluarga, merawat kebudayaan bangsa, menjaga sejarah perjuangan perempuan Indonesia, serta memajukan Indonesia.”

Dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42, KOWANI menegaskan bahwa peringatan ini tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak Indonesia.

Bagi KOWANI, setiap anak merupakan pemilik sekaligus pewaris masa depan bangsa yang berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, layanan kesehatan, identitas, ruang bermain, kesempatan berkreasi, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Anak juga harus terlindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perdagangan orang, perundungan, perkawinan anak, penyalahgunaan narkotika, pornografi, hingga berbagai bentuk kejahatan di ruang digital.

Pada 2026, komitmen tersebut diperluas melalui Gerakan Serentak Nasional KOWANI Memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema: “Anak Aman, Anak Bahagia, Anak Berani, Anak Bermain, Anak Terlindungi, Keluarga Tangguh, Indonesia Kuat.”

Gerakan secara serentak pada 23 Juli 2026 itu melibatkan DPP KOWANI, BKOW se-Indonesia, GOW kabupaten/kota, organisasi anggota KOWANI, kader Posyandu, guru, orang tua, relawan, anak-anak Indonesia, mitra pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, serta masyarakat luas.

KOWANI menyampaikan penghargaan kepada BKOW dan GOW di berbagai daerah, yang telah menginisiasi beragam kegiatan Hari Anak Nasional bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas setempat.

Apresiasi khusus diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan BKOW Provinsi Papua, yang dinilai berhasil membangun kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan rangkaian Hari Anak Nasional Tahun 2026.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Papua, Bapak Wakil Gubernur Papua, serta secara khusus kepada Ibu Dorince Mehue selaku Ketua BKOW Provinsi Papua beserta seluruh jajaran dan pihak yang telah menyukseskan rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Tanah Papua,” ujar Ny. Nannie Hadi Tjahjanto.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang ditinggalkan. Setiap anak harus dirangkul, didengar, dihormati, dilindungi, serta memperoleh kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi versi terbaik dari dirinya,” tegas Ny. Nannie Hadi Tjahjanto. (M. Abriyanto) ***