Misteri Dua Ekor Helium di Atmosfer Tylos, Eksoplanet Ekstrim
ORBITINDONESIA.COM – Di jarak 880 tahun cahaya dari Bumi, eksoplanet panas WASP-121b atau Tylos menumpahkan atmosfernya ke angkasa, menciptakan dua ekor helium raksasa yang mengelilingi bintangnya.
Ini adalah pertama kalinya fenomena ini diamati secara berkesinambungan. Eksoplanet lain dengan atmosfer bocor sudah pernah terlihat sebelumnya, tetapi hanya dalam sekejap saat melintas di depan bintang induknya. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang proses pelarian atmosfer, termasuk petunjuk tentang bagaimana hal itu bekerja, apa yang terjadi pada gas yang hilang, dan dampaknya terhadap evolusi planet.
Penelitian tersebut menyoroti Tylos, eksoplanet ultra-panas Jupiter yang terkenal dengan karakteristik ekstremnya. Berjarak sangat dekat dengan bintangnya, Tylos mengorbit dalam 30 jam. Radiasi intens memanaskan atmosfernya hingga ribuan derajat, memungkinkan gas ringan seperti hidrogen dan helium melarikan diri ke ruang angkasa. Pengamatan selama 37 jam menggunakan Near-Infrared Imager dan Slitless Spectrograph JWST menangkap aliran helium yang persisten dan berskala besar, mengungkap kehadiran dua ekor helium yang membingungkan para astronom.
Kehadiran dua ekor helium menantang model komputer saat ini yang hanya dapat menjelaskan satu aliran gas. Para peneliti menduga bahwa radiasi dan angin bintang mungkin mengarahkan satu ekor untuk mengikut di belakang planet, sementara gravitasi bintang menarik ekor depan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana kekuatan ini mempengaruhi pelarian atmosfer dan menyempurnakan simulasi 3D yang lebih akurat.
Penemuan ini menjadi titik balik dalam memahami kehilangan atmosfer planet. Hal ini memaksa kita untuk memikirkan ulang simulasi pelarian massa atmosfer, tidak hanya sebagai aliran sederhana tetapi dengan geometri 3D yang berinteraksi dengan bintang. Apakah kebocoran gas ini dapat mengubah raksasa gas menjadi planet mirip Neptunus atau inti berbatu, masih menjadi pertanyaan terbuka yang menantang para ilmuwan.