Kontroversi Paket Gaji Triliun Elon Musk di Tesla
ORBITINDONESIA.COM – Norway's $2 trillion sovereign wealth fund berani melawan arus dengan menolak paket gaji triliun Elon Musk di Tesla. Konflik ini mengguncang dunia bisnis otomotif dan memicu perdebatan sengit.
Norges Bank Investment Management (NBIM), pemegang saham utama Tesla, menolak proposal remunerasi besar Elon Musk. Penolakan ini menunjukkan ketidaksetujuan terhadap ukuran kompensasi yang dianggap berlebihan dan kekhawatiran terhadap risiko ketergantungan pada satu individu. NBIM tetap berkomitmen untuk berdialog dengan Tesla mengenai isu ini.
Paket gaji Elon Musk yang mencapai hampir $1 triliun bergantung pada pencapaian Tesla selama dekade mendatang. Beberapa pengamat menilai paket ini terlalu besar dan merugikan pemegang saham lainnya. Kampanye Take Back Tesla dan lembaga penasihat proksi seperti ISS dan Glass Lewis merekomendasikan penolakan. Sementara itu, harga saham Tesla sempat turun 2,5% di perdagangan pra-pasar.
Langkah NBIM mencerminkan kekhawatiran tentang bagaimana perusahaan besar mempertahankan keseimbangan antara kompensasi dan tanggung jawab eksekutif. Meskipun Musk dikenal sebagai sosok visioner, pertanyaan tentang keberlanjutan model kepemimpinannya tetap ada. Sikap kritis adalah bagian penting dari pengawasan pemegang saham yang bertanggung jawab.
Konflik ini menyoroti perdebatan abadi tentang bagaimana mengukur nilai kepemimpinan dalam perusahaan besar. Apakah paket gaji triliun benar-benar mencerminkan kontribusi seorang CEO? Pertanyaan ini tetap terbuka dan mengundang refleksi lebih lanjut dari semua pemangku kepentingan. (Orbit dari berbagai sumber, 14 Desember 2025)