Comet 3I/ATLAS: Fenomena Antariksa yang Memukau dan Misterius
ORBITINDONESIA.COM – Komit 3I/ATLAS, objek antarbintang yang memukau, kini lebih cerah dan hijau sejak mendekati matahari pada akhir Oktober. Fenomena ini memicu spekulasi tentang kemungkinan ledakan terang baru seiring mendekatnya komet ini ke Bumi minggu depan.
Gambar teleskop baru dari komet antarbintang 3I/ATLAS menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Sejak mendapatkan panas dari radiasi matahari, es di komet ini mulai menyublim, memancarkan gas dan debu yang membentuk atmosfer terang (coma) dan ekor bercahaya panjang.
Pengamatan menggunakan teleskop Gemini North mengungkap bahwa gas dalam coma komet kini memancarkan warna hijau samar, fenomena yang disebabkan oleh molekul karbon diatomik. Warna hijau ini mirip dengan komet lain yang diaktifkan oleh matahari, seperti komet 12P/Pons-Brooks tahun lalu.
Perubahan warna dari merah ke hijau pada 3I/ATLAS saat mendekati matahari menunjukkan pelepasan molekul baru ke luar angkasa. Hal ini menambah misteri komposisi komet tersebut, memberikan wawasan baru tentang asal-usulnya dan perjalanan panjang di ruang antar bintang.
Dengan mendekatnya 3I/ATLAS ke Bumi, banyak observatorium memantau aktivitasnya untuk memahami lebih dalam tentang komposisi dan asal-usulnya. Studi ini berpotensi membuka tabir misteri batas luar galaksi kita dan pembentukan sistem bintang awal di Bima Sakti.
(Orbit dari berbagai sumber, 14 Desember 2025)