Kontroversi Vaksin Hepatitis B: Pilihan atau Kemunduran?

ORBITINDONESIA.COM – Keputusan kontroversial CDC yang mengakhiri rekomendasi universal vaksin hepatitis B untuk bayi baru lahir memicu perdebatan sengit di kalangan kesehatan.

Hepatitis B adalah virus yang menyerang hati, dapat menyebabkan kanker, dan berpotensi fatal. Sebelumnya, vaksin hepatitis B diberikan secara universal untuk melindungi bayi baru lahir dari infeksi. Namun, perubahan kebijakan CDC menggeser keputusan vaksinasi kepada orang tua, dengan hanya bayi dari ibu yang positif hepatitis B yang mendapat vaksin segera setelah lahir.

Perubahan ini dianggap banyak ahli sebagai kemunduran yang membahayakan kemajuan tiga dekade dalam mengeliminasi hepatitis B. Data menunjukkan bahwa vaksinasi pada saat lahir telah menurunkan infeksi hepatitis B pada anak-anak lebih dari 99%. Namun, keputusan ini didukung oleh pandangan bahwa tes hepatitis B pada ibu sudah cukup untuk menentukan kebutuhan vaksinasi.

Bagi banyak klinisi, keputusan CDC ini menimbulkan kekhawatiran. Mereka berpendapat bahwa strategi berbasis risiko telah gagal di masa lalu, karena banyak bayi terinfeksi dari anggota keluarga lain, bukan dari ibu. Keputusan ini juga dapat memperdalam kesenjangan kesehatan di komunitas imigran yang sudah terpinggirkan.

Keputusan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana kita melindungi yang paling rentan. Apakah kita lebih memprioritaskan pilihan orang tua atau keselamatan publik? Waktu akan menunjukkan dampak dari kebijakan ini, tetapi pelajaran dari sejarah harus menjadi pengingat penting bagi kita semua.

(Orbit dari berbagai sumber, 14 Desember 2025)