Donor Sperma Pembawa Mutasi Genetik Langka: Risiko Kanker

ORBITINDONESIA.COM – Seorang donor sperma yang membawa mutasi genetik asimtomatik telah menjadi ayah bagi hampir 200 anak di seluruh dunia, meningkatkan risiko kanker pada keturunan mereka.

Antara 2006 dan 2022, sperma dari donor asal Denmark ini dijual ke 67 klinik di 14 negara. Di Denmark saja, 99 anak telah lahir dari donor ini. Penemuan mutasi genetik serius baru diketahui setelah lebih dari satu dekade.

Mutasi TP53 yang langka dan tidak terdeteksi pada skrining genetik sebelumnya ditemukan pada salah satu anak hasil donor yang kemudian mengidap kanker. Meskipun donor sendiri sehat, mutasi ini mempengaruhi sebagian kecil sel sperma, menjadikannya sulit dideteksi pada awalnya.

Regulasi mengenai jumlah anak per donor bervariasi di Eropa, namun tidak ada aturan internasional yang mengatur jumlah anak lintas batas negara. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab dan pengawasan dalam praktik donasi sperma internasional.

Kasus ini menyoroti pentingnya regulasi genetik dan etika dalam donasi sperma global. Apakah langkah cukup telah diambil untuk melindungi kesehatan generasi mendatang? Kita perlu merenungkan batasan dan peraturan yang lebih ketat untuk mencegah kasus serupa di masa depan.