Protes Data Dana Transfer Daerah: Tantangan bagi Kemenkeu
ORBITINDONESIA.COM – Kontroversi mencuat saat sejumlah pemerintah daerah mengkritik ketidakakuratan data dana transfer dari Kemenkeu.
Ketidakakuratan data dalam pengelolaan dana transfer daerah menjadi pusat perhatian. Kritik ini muncul pada saat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadive, menegaskan pentingnya pengelolaan APBN yang efektif untuk kesejahteraan masyarakat.
Data menjadi fondasi utama dalam pengelolaan anggaran. Kemenkeu mengklaim data telah diverifikasi berkali-kali. Namun, protes daerah menunjukkan adanya kesenjangan antara data pusat dan realitas di lapangan. Dampaknya, target pertumbuhan ekonomi 8% dari Presiden Prabowo tampak sulit tercapai tanpa sinergi yang baik antara pusat dan daerah.
Ketidakakuratan data bisa memicu ketidakpercayaan dan menghambat inovasi. Purbaya menekankan perlunya verifikasi ganda dan kerjasama dengan semua pihak. Pendekatan ini penting untuk memastikan dampak nyata dari setiap rupiah yang dibelanjakan demi pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Refleksi akhir mengajak semua pihak untuk memperbaiki manajemen keuangan daerah. Apakah sinergi antara pusat dan daerah dapat ditingkatkan? Hanya dengan kerjasama erat, target ekonomi ambisius dapat tercapai.
(Orbit dari berbagai sumber, 5 November 2025)