Kesenjangan Gender di Sektor Teknologi: Apakah Kepemimpinan Perempuan Solusinya?

ORBITINDONESIA.COM – Lebih dari 80 persen perempuan yakin bahwa lebih banyak pemimpin perempuan dapat memperbaiki budaya kerja di sektor teknologi, menurut laporan terbaru.

Laporan Women in Tech oleh Acronis mengungkapkan persepsi kesenjangan gender dalam pengembangan karier dan kesempatan kepemimpinan di sektor teknologi. Perbedaan mencolok ditemukan dalam cara pria dan wanita memandang peluang karier, tantangan di tempat kerja, dan hambatan untuk maju.

Hanya 60 persen wanita yang percaya bahwa pria dan wanita memiliki akses yang sama untuk pengembangan karier, dibandingkan dengan 75 persen pria. Lebih dari 60 persen wanita mengungkapkan bahwa tantangan keseimbangan kerja-hidup sangat memengaruhi kemajuan karier mereka, sementara hanya 49 persen pria yang setuju. Lebih dari 40 persen wanita menyebut bias dan stereotip sebagai hambatan utama bagi perempuan yang memulai karier di bidang keamanan siber.

Alona Geckler dari Acronis menekankan bahwa menutup kesenjangan gender memerlukan tindakan nyata, bukan hanya niat baik. Organisasi harus merancang program yang memperluas kesempatan kepemimpinan, menghadapi bias secara langsung, dan menciptakan lingkungan di mana keseimbangan kerja-hidup tidak menjadi hambatan bagi karier perempuan.

Menutup kesenjangan gender di sektor teknologi adalah tantangan yang membutuhkan komitmen kolektif. Apakah industri teknologi siap menghadapi tantangan ini demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan setara? (Orbit dari berbagai sumber, 27 Oktober 2025)