Perbandingan Budaya Kerja: Fleksibilitas Global vs Grind Lokal

ORBITINDONESIA.COM – Seorang profesional India yang bekerja jarak jauh untuk startup Kanada memicu perdebatan besar tentang budaya kerja. Ia membandingkan pendekatan fleksibel berbasis kepercayaan di luar negeri dengan lingkungan kerja intens di perusahaan India.

Diskusi ini mencuat dari pernyataan Karan, profesional asal India, yang mengkritik keras perusahaan-perusahaan India. Ia menyoroti kecenderungan mereka yang terpaku pada jam kerja panjang dan kurangnya fleksibilitas. Di sisi lain, perusahaan asing cenderung mengedepankan kepercayaan dan hasil kerja.

Tren bekerja dari jarak jauh telah membuka mata pekerja akan perbedaan budaya kerja global. Sebuah studi menunjukkan bahwa karyawan di negara maju lebih mungkin diberi kebebasan dalam mengatur waktu kerja mereka. Hal ini berbanding terbalik dengan budaya kerja di India yang seringkali menuntut kehadiran fisik dan jam kerja panjang.

Banyak pekerja seperti Karan merasa lebih produktif dalam lingkungan yang menghargai fleksibilitas. Mereka berpendapat bahwa kepercayaan dari perusahaan justru mendorong kinerja yang lebih baik. Sebaliknya, jam kerja yang panjang dan tekanan tinggi di perusahaan lokal dapat mengurangi motivasi dan kreativitas.

Apakah perusahaan di India perlu beradaptasi dengan pendekatan kerja global yang lebih fleksibel? Dengan meningkatnya ketergantungan pada tenaga kerja jarak jauh, perusahaan mungkin harus memikirkan kembali strategi mereka. Refleksi ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

(Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2025)