Subkultur Metal: Mengangkat Kebudayaan Sunda di Bandung

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah gemuruh gitar dan dentuman drum, subkultur metal di Bandung tidak hanya mengguncang panggung tetapi juga menjadi medium transmisi kebudayaan Sunda.

Subkultur metal telah menyebar ke seluruh dunia, menemukan tempat di berbagai masyarakat dengan cara yang unik. Di Bandung, metalheads tidak hanya membentuk komunitas musik tetapi juga sarana untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal.

Film dokumenter 'Global Metal' oleh Sam Dunn dan Scott McFadyen menyoroti bagaimana setiap negara menginterpretasikan subkultur metal. Yuka Dian Narendra, peneliti, menunjukkan bagaimana konteks sosial-politik mempengaruhi bentuk lokal dari subkultur ini. Di Norwegia, black metal berkembang dengan tema paganisme, sementara di Indonesia, metalheads mengekspresikan identitas mereka melalui tema kegelapan dan tradisi Sunda.

Fenomena di Bandung menunjukkan bahwa budaya global dapat diadaptasi untuk memperkuat identitas lokal. Komunitas seperti Jasad dan Ujungberung Rebels mengintegrasikan unsur kasundaan ke dalam musik mereka. Ini berbeda dari supremasi rasial yang terlihat di Eropa; di Bandung, metal menjadi alat untuk mempromosikan keragaman budaya dan kebangkitan tradisi lokal.

Transformasi subkultur metal di Bandung menjadi contoh bagaimana budaya global dapat memperkuat kebudayaan lokal. Subkultur lain di Indonesia dapat belajar dari model ini untuk melestarikan dan memperkaya tradisi mereka. Bagaimana masa depan budaya lokal di tengah arus globalisasi? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh generasi mendatang.

(Orbit dari berbagai sumber, 5 Oktober 2025)