Masa Depan Daur Ulang Plastik: Revolusi Katalis Nikel

ORBITINDONESIA.COM – Proses daur ulang plastik kini lebih menjanjikan dengan inovasi katalis nikel baru yang efisien dan ramah lingkungan.

Daur ulang plastik telah lama menjadi tantangan global, terutama karena proses penyortiran yang rumit dan mahal. Sebagian besar sampah plastik terdiri dari poliolefin yang sulit diurai. Dengan lebih dari 220 juta ton poliolefin diproduksi setiap tahun, tingkat daur ulangnya sangat rendah, berkisar antara 1% hingga 10% secara global.

Tim peneliti dari Northwestern University memperkenalkan katalis berbasis nikel baru yang mampu menguraikan poliolefin menjadi produk bernilai tinggi seperti pelumas dan bahan bakar. Katalis ini tidak hanya efektif tetapi juga dapat digunakan berulang kali dan tetap stabil meski terkontaminasi polivinil klorida (PVC), yang biasanya membuat plastik tidak dapat didaur ulang.

Dengan katalis baru ini, langkah daur ulang bisa lebih praktis dan ekonomis. Penggunaan logam nikel yang murah dan melimpah menggantikan logam mulia yang terbatas dan mahal. Hal ini membuka peluang baru bagi industri daur ulang untuk lebih berkelanjutan dan mengurangi jejak lingkungan plastik.

Penemuan ini menandai langkah maju yang signifikan dalam menangani krisis sampah plastik global. Namun, apakah inovasi ini dapat diterapkan secara luas dan konsisten masih menjadi pertanyaan. Diperlukan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan solusi ini benar-benar dapat mengubah wajah daur ulang plastik.

(Orbit dari berbagai sumber, 3 September 2025)