Bahaya Pemberian Obat ADHD Terlalu Cepat pada Anak Usia Dini
ORBITINDONESIA.COM – Para ahli memperingatkan bahwa obat untuk gangguan hiperaktivitas defisit perhatian (ADHD) diberikan terlalu cepat kepada anak-anak prasekolah di Amerika Serikat. Fenomena ini mengundang kekhawatiran akan dampak negatif jangka panjang pada perkembangan mereka.
Panduan saat ini dari American Academy of Pediatrics merekomendasikan terapi perilaku selama enam bulan untuk anak-anak usia tiga hingga lima tahun sebelum mempertimbangkan pemberian obat. Namun, penelitian dari Stanford Medicine menunjukkan bahwa 42,2 persen anak-anak muda yang didiagnosis dengan ADHD diberi resep obat dalam waktu sebulan setelah diagnosis.
Pemberian obat dini pada anak-anak dapat menyebabkan lebih banyak efek samping dan kemungkinan kegagalan pengobatan yang lebih tinggi, karena tubuh mereka memproses obat secara berbeda. Dokter mengutip kurangnya akses ke pelatihan manajemen perilaku untuk keluarga sebagai alasan mempercepat pemberian resep obat, meskipun terapi ini memiliki keterbatasan dalam mengajarkan keterampilan jangka panjang.
Kecepatan dalam pemberian resep obat ADHD pada anak-anak prasekolah menunjukkan perlunya peningkatan akses dan pelatihan terapi perilaku. Memahami cara-cara alternatif dalam menangani ADHD bisa menjadi kunci untuk menghindari ketergantungan pada obat yang mungkin merugikan perkembangan anak.
Ketergesa-gesaan dalam pemberian obat untuk anak-anak dengan ADHD harus ditinjau kembali demi kesejahteraan jangka panjang mereka. Pertanyaan yang perlu kita renungkan: Apakah kita siap mengorbankan masa depan anak-anak kita demi solusi instan? Harus ada perubahan kebijakan yang mendukung pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 September 2025)