Di Saat Harga Pertamax Naik, Get Plastic Tawarkan Solusi Pengolahan Sampah Menjadi Bahan Bakar Alternatif

sumber : kolase orbit indonesia

sumber : kolase orbit indonesia

Rekomendasi Produk

Harga Pertamax yang baru-baru ini mengalami kenaikan membuat banyak masyarakat terkejut. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp12.300 per liter, kini harganya naik menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut kembali mengingatkan bahwa kebutuhan energi masyarakat masih sangat bergantung pada dinamika pasar minyak dunia.

Ketika harga minyak global bergejolak, dampaknya tidak hanya terasa pada sektor energi, tetapi juga menjangkau kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Kondisi ini terutama dirasakan oleh mereka yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari. Biaya yang harus dikeluarkan untuk transportasi pun ikut meningkat seiring naiknya harga bahan bakar.

Di tengah naiknya harga bahan bakar, Get Plastic Indonesia hadir sebagai salah satu inovasi yang menawarkan pemanfaatan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif. Berdiri sejak 2016, gerakan ini mengembangkan teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif. Melalui pendekatan tersebut, Get Plastic tidak hanya berupaya mengurangi timbunan sampah plastik yang terus meningkat, tetapi juga menghadirkan solusi yang mengubah limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

Dengan memanfaatkan teknologi pirolisis, sampah plastik dipanaskan pada suhu tinggi dalam kondisi minim oksigen hingga menghasilkan minyak yang kemudian diolah menjadi bahan bakar alternatif. Berbeda dengan proses pembakaran biasa yang menghasilkan emisi dan menyisakan berbagai persoalan lingkungan, teknologi ini dirancang untuk mengubah limbah menjadi produk yang lebih bernilai guna. Menurut informasi yang dipublikasikan Get Plastic, bahan bakar hasil olahan tersebut telah diuji dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan energi, termasuk penggunaan pada kendaraan bermotor serta mesin berbahan bakar lainnya.

Inovasi ini lahir dari upaya menjawab dua tantangan yang selama ini dihadapi Indonesia secara bersamaan, yaitu persoalan sampah plastik dan kebutuhan energi yang terus meningkat. Gagasan yang awalnya terdengar tidak biasa ini kemudian berkembang menjadi berbagai inovasi mesin pirolisis serta program pendampingan masyarakat di sejumlah daerah Indonesia. Bagi Get Plastic, tumpukan sampah bukan sekadar persoalan lingkungan yang harus diselesaikan, melainkan potensi energi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan dapat menjadi bagian dari solusi menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Satu kilogram sampah plastik berpotensi menghasilkan sekitar satu liter bahan bakar melalui proses pirolisis. Potensi tersebut membuka peluang bagi masyarakat, komunitas lingkungan, hingga bank sampah untuk mengelola limbah dengan cara yang lebih produktif sekaligus bernilai tambah.

Tak hanya mengembangkan teknologi, Get Plastic juga aktif melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat di berbagai daerah. Melalui program-program tersebut, mereka berupaya memperkenalkan bahwa sampah plastik tidak selalu harus berakhir sebagai limbah, tetapi dapat menjadi bagian dari solusi apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Tentu saja bahan bakar hasil olahan plastik belum dapat menggantikan kebutuhan BBM nasional yang sangat besar. Namun di tengah naiknya harga Pertamax dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap biaya energi, kehadiran inovasi seperti Get Plastic menunjukkan bahwa sumber energi alternatif dapat menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Dengan dukungan riset, pengembangan teknologi, regulasi yang tepat, serta kolaborasi dari berbagai pihak, inovasi semacam ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi sekaligus mengurangi permasalahan sampah plastik di Indonesia.