Serangan Rusia Rusak Berat Delegasi Uni Eropa di Kyiv

ORBITINDONESIA.COM – Serangan terbaru Rusia terhadap Kyiv menyebabkan kerusakan parah pada delegasi Uni Eropa di ibu kota Ukraina, kata duta besar blok tersebut, Katarina Mathernova, pada Kamis pagi.

Serangan malam hari yang melibatkan 629 rudal dan drone, bagian dari kampanye Moskow untuk menyebar teror dan kekacauan, telah menewaskan setidaknya 17 orang, termasuk empat anak-anak, dan melukai puluhan lainnya, menyebabkan kerusakan besar di seluruh kota.

Serangan ini menunjukkan ketidakpedulian Kremlin terhadap aturan internasional, khususnya Konvensi Wina 1961 yang melindungi misi diplomatik dari serangan. Ketidakstabilan di Ukraina ini menuntut sanksi lebih keras terhadap Rusia dan penegakan hukum internasional yang lebih kuat.

Para pemimpin Uni Eropa, termasuk Ursula von der Leyen dan António Costa, menegaskan bahwa tindakan Rusia tidak akan mengintimidasi mereka, malah memperkuat tekad untuk mendukung Ukraina. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan lebih banyak tekanan internasional terhadap Rusia.

Serangan ini adalah pengingat keras bahwa ancaman terhadap perdamaian global masih nyata. Namun, apakah dunia akan bersatu dalam menghadapi tantangan ini dan bagaimana langkah selanjutnya untuk menegakkan keadilan? (Orbit dari berbagai sumber, 29 Agustus 2025)