Dokter Mega Febrianora: Pasien Penyakit Jantung Diminta Terapkan Pola Makan Sehat Saat Lebaran
- Penulis : Mila Karmila
- Kamis, 27 Maret 2025 03:40 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah lulusan Universitas Padjajaran, Mega Febrianora menyarankan pasien penyakit jantung untuk tetap menjaga pola makan sehat saat Lebaran, dengan mengurangi makanan hasil diproses atau ultra processed food hingga terapkan makan porsi seimbang.
“Daging yang dimasak langsung oleh keluarga jauh lebih baik dibandingkan dengan daging yang masuk ke pengawetan, menjadi kornet misalnya,” ujar dokter Mega Febrianora dalam webinar yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu, 26 Maret 2025.
Mega Febrianora juga tidak menyarankan pasien penyakit jantung mengonsumsi jeroan, karena dalam 100 gram jeroan mengandung 300 miligram kolesterol, sementara daging ayam atau sapi memiliki angka kolesterol di bawah 100 atau 100 miligram.
Baca Juga: Aktor Senior Joshua Pandelaki Meninggal Karena Serangan Jantung, Akan Dimakamkan di TPU Menteng Pulo
“Sehingga (kolesterol jeroan) tiga kali lipat dari daging sapi,” ujarnya pula.
Sementara kebutuhan kolesterol harian maksimal 300 miligram, sehingga hal ini berpotensi menyumbat pembuluh darah.
Ia juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang digoreng secara berulang-ulang (dipanaskan), karena mengandung lemak yang lebih tinggi sehingga bisa memperburuk kondisi pasien.
Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Standar Baru dengan Operasi Jantung Dibantu Robot di RS Raja Faisal
Demikian juga dengan minyak goreng yang telah digunakan setelah berkali-kali pakai, sebaiknya juga tidak digunakan kembali karena kolesterol yang terkandung semakin tinggi.
Ia menyarankan, bila ingin mengonsumsi makanan yang digoreng dapat menggunakan minyak selain kelapa sawit, seperti minyak zaitun, minyak kanola, minyak biji jagung, minyak biji bunga matahari.
Kemudian, makanan Lebaran biasanya identik dengan santan. Pasien yang ingin mengonsumsi makanan bersantan seperti opor ayam, dibolehkan namun dengan catatan, santan yang digunakan adalah santan encer dan penggunaannya tidak sering dan tidak dipanaskan secara berulang.
Baca Juga: Wow, KSRelief Raja Salman Gelar Program Operasi Jantung Gratis di Jakarta, 21-31 Januari 2025
Sementara untuk waktu makan, sebaiknya pasien makan tepat waktu dengan porsi seimbang.