DECEMBER 9, 2022
Internasional

Pemimpin Konservatif Jerman Friedrich Merz Berjanji "Merdeka dari AS" Setelah Menang Pemilu

image
Pemimpin konservatif Jerman Friedrich Merz (Foto: France 24)

ORBITINDONESIA.COM - Pemimpin konservatif Jerman Friedrich Merz mengkritik tajam pemerintahan Trump, beberapa jam setelah kemenangannya dalam pemilihan umum pada Minggu, 23 Februari 2025, dengan mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah memperkuat Eropa dan mencapai kemerdekaan dari AS.

Berbicara dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi, Friedrich Merz menyampaikan kritik yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap AS, terutama mengingat pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump.

"Prioritas utama saya adalah memperkuat Eropa secepat mungkin sehingga kita dapat mencapai, selangkah demi selangkah, kemerdekaan sejati dari AS," kata Friedrich Merz.

Baca Juga: Dua Sekutu AS, Inggris dan Jerman Tolak Usul Trump Relokasi Warga Gaza ke Yordania dan Mesir

Merz menambahkan bahwa dia tidak pernah berpikir hingga baru-baru ini bahwa dia harus mengatakan sesuatu seperti ini di sebuah acara televisi.

"Tetapi terutama setelah pernyataan Donald Trump pekan lalu, jelas bahwa orang Amerika -- setidaknya bagian Amerika ini, pemerintahan ini -- sebagian besar tidak peduli dengan nasib Eropa," katanya.

Pemimpin Jerman itu juga menyatakan ketidakpastian tentang masa depan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menjelang pertemuan puncaknya pada Juni.

Baca Juga: Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius Tolak Usul Trump untuk Menaikkan Anggaran Pertahanan NATO

"Saya sangat ingin tahu bagaimana kita akan menuju pertemuan puncak NATO di akhir bulan Juni, apakah kita masih akan berbicara tentang NATO dalam bentuknya saat ini, atau apakah kita perlu membangun kemampuan pertahanan Eropa yang independen lebih cepat," katanya.

Merz juga menarik persamaan antara campur tangan Washington dan Moskow dalam urusan Eropa, khususnya mengutip intervensi baru-baru ini oleh Elon Musk, seorang pembantu dekat Trump, dalam kampanye pemilihan Jerman.

"Intervensi dari Washington tidak kalah dramatis, drastis dan pada akhirnya keterlaluan dibandingkan intervensi yang telah kita lihat dari Moskow," katanya.

Baca Juga: Sedikitnya 27 Orang Luka-luka dalam Dugaan Serangan Mobil di Munchen, Jerman

"Kita berada di bawah tekanan yang sangat besar dari dua pihak sehingga prioritas utama saya sekarang adalah membangun persatuan di Eropa," ujarnya melanjutkan.

Halaman:

Berita Terkait