DECEMBER 9, 2022
Nasional

Presiden Jokowi: Indonesia Bisa Tertinggal Dalam Kecepatan Gaet Investor Jika Golden Visa Tidak Segera Dilakukan

image
Presiden Jokowi (Joko Widodo) memberikan keterangan usai meresmikan operasional Kawasan Industri Terpadu Batang seperti dalam akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta, Jumat, 26 Juli 2024. ANTARA/Mentari Dwi Gayati

ORBITINDONESIA.COM - Presiden Jokowi (Joko Widodo) menilai, Indonesia bisa tertinggal dalam hal kecepatan menggaet investor ke dalam negeri jika fasilitas Golden Visa tidak segera dilakukan.

Presiden Jokowi pun telah meluncurkan fasilitas Golden Visa, yang memberikan izin tinggal selama 5-10 tahun untuk investor dan pebisnis internasional, talenta global, serta wisatawan mancanegara yang memenuhi kriteria.

"Ya itu memberikan sebuah fasilitas, kecepatan kita bagi investor, baik investor besar, menengah untuk berinvestasi di Indonesia," kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan usai meresmikan operasional Kawasan Industri Terpadu Batang seperti dalam akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta, Jumat, 26 Juli 2024.

Baca Juga: Imigrasi Jakarta Selatan Layani Paspor dan Visa di Pondok Indah Mall 3

Presiden Jokowi mengatakan, negara-negara lainnya juga memberikan fasilitas seperti Golden Visa untuk menarik investor.

"Karena diberikan lima-sepuluh tahun, akan mempermudah, karena negara lain juga melakukan. Kita kalau tidak melakukan, ditinggal kita," kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan Pemerintah telah memberikan kesempatan kepada WNA perorangan yang ingin mendapat Golden Visa untuk menabung dana investasi sebesar 350 ribu dolar AS dan mendapatkan izin tinggal selama lima tahun.

Baca Juga: Inilah 45 Negara yang Beri Indonesia Bebas Visa: Salah Satunya Angola

Kemudian, WNA yang merupakan investor atau ingin mendirikan perusahaan harus menyetor dana investasi sebesar 2,5 juta dolar AS untuk mendapatkan izin tinggal selama 5 tahun.

Presiden mengatakan Golden Visa untuk investor dan talenta global ini bertujuan meningkatkan peredaran uang masuk ke dalam negeri.

Presiden pun mengakui tidak menetapkan target untuk Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Baca Juga: Wow! Presiden Jokowi Memberi Golden Visa Kepada Shin Tae Yong

Namun, Kepala Negara menegaskan bahwa pemberian fasilitas Golden Visa kepada WNA harus dilakukan seleksi dengan mempertimbangkan seberapa besar manfaat yang diberikan untuk Negara.

"Saya tegaskan jangan sampai justru orang-orang yang tidak bermanfaat bagi Negara kita masuk. Enggak. Harus diseleksi seketat mungkin," tegas Presiden.***

Sumber: Antara

Berita Terkait