DECEMBER 9, 2022
Jakarta

Inilah Motif Pelaku Penikaman yang Menewaskan Seorang Imam Musala di Jakarta Barat: Dendam Sakit Hati

image
Pelaku MGS alias Gilang (24 tahun) yang menikam seorang imam musala berinisial MS (72) di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ditunjukkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat 24 Mei 2024. (ANTARA)

ORBITINDONESIA.COM – Motif pelaku penikaman yang menewaskan seorang imam musala di Kedoya, Jakarta Barat adalah dendam karena sakit hati kepada korban MS (72 tahun).

Pelaku MGS (24 tahun), menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 24 Mei 2024, pelaku sakit hati kepada korban karena pernah direndahkan.

Menurutnya, semua itu bermula dari pelaku MGS yang jatuh cinta kepada cucu korban, berinisial A.

Baca Juga: Imam Musala di Kebun Jeruk Jakarta Barat Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal Ketika Berwudu Kamis Pagi

Sekitar dua tahun lalu, MGS dan A bekerja di tempat yang sama. A bekerja di Bank Emas di Pasar Kedoya dan MGS sebagai sekuriti di pasar itu.

Suatu ketika, katanya, pelaku berkunjung ke rumah A yang juga rumah korban. Namun, pelaku memperoleh perlakuan yang kurang baik dari korban.

“Menurut pelaku terkesan seperti direndahkan," katanya.

Baca Juga: Polisi Bentuk Tim Khusus Buru Penikam Imam Musala di Kebon Jeruk Jakarta Barat, CCTV Sedang Ditelusuri

Atas perlakuan tersebut, pelaku sakit hati dan sejak dua tahun lalu berencana untuk membunuh korban MS.

"Namun, dilaksanakan pada Kamis, dengan pertimbangan supaya orang-orang di sekitar rumah korban tidak mengetahui ataupun lupa dengan wajah ataupun identitas pelaku," katanya.

Selain mendapat perlakuan kurang baik, katanya, perempuan A juga telah memiliki kekasih.

Baca Juga: Polisi Ketahui Identitas Pelaku Penikaman yang Menewaskan Imam Musala di Jakarta Barat

Sebelum membunuh korban, pelaku telah mengobservasi sekitar rumah korban selama satu minggu.

"(Pelaku) Datang bolak-balik ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk memantau situasi, " katanya.

"Nah, dengan adanya motif ini dapat juga kita sampaikan bahwa terjawab bahwa motif tidak ada kaitan dengan unsur SARA, murni urusan pribadi, itu dendam pelaku terhadap korban," katanya.

Baca Juga: Pelaku Penikaman yang Menewaskan Seorang Imam Musala di Jakarta Barat Dilumpuhkan dengan Ditembak

MS meninggal setelah ditikam MGS di tempat wudu musala Uswatun Hasanah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis 16 Mei pagi.

MGS kemudian ditangkap polisi Kamis 23 Mei malam di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Polisi menembak kaki kanan pelaku karena ia melawan ketika hendak ditangkap. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait