Survei Litbang Kompas: Prabowo-Gibran Bertengger di Puncak dengan Elektabilitas 39,3 Persen, Pilpres Bisa 2 Putaran
- Penulis : Krista Riyanto
- Senin, 11 Desember 2023 22:46 WIB

ORBITINDONESIA.COM – Elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencapai 39,3 persen atau tertinggi di antara dua pesaingnya mereka, menurut survei Litbang Kompas yang dirilis di Jakarta, Senin, 11 Desember 2023.
Elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD 15,3 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 16,7 persen.
Menurut Litbang Kompas, ada 28,7 persen pemilih yang belum menentukan pilihan mereka.
Meskipun elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 39,3 persen, itu belum memenuhi persentase untuk menang dalam satu putaran pada Pilpres 2024.
Untuk memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran, salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden harus mengantongi suara lebih dari 50 persen sesuai dengan Pasal 416 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 tentang Pemilu.
Hasil survei Litbang Kompas menyebut, Prabowo-Gibran unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden.
Elektabilitas mereka juga menonjol di semua kategori usia, khususnya di kalangan generasi (17—25 tahun) dengan persentase 54,5 persen.
Untuk tingkat pengenalan masyarakat kepada Gibran mencapai 85,1 persen lebih tinggi daripada Mahfud Md. yang 72,2 persen dan Muhaimin yang 55,3 persen.
Sejajar dengan tingkat pengenalan, elektabilitas Gibran sebagai calon wakil presiden di urutan teratas.
Elektabilitas Gibran mencapai 37,3 persen, Mahfud MD. 21,6 persen, dan Muhaimin 12,7 persen.
Litbang Kompas menyebutkan bahwa kehadiran Gibran turut memberikan warna tersendiri setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang kepadanya untuk maju sebagai calon wakil presiden dan setelah digandeng oleh Prabowo.
Bulan Agustus 2023, Litbang Kompas mencatat bahwa nama Gibran nyaris tidak masuk ke dalam nominasi publik untuk menjadi calon wakil presiden, hanya 0,1 persen yang menyebutkan namanya.
Selain itu, Litbag Kompas juga melaporkan ada pemilih bimbang (undecided voters). Jumlah pemilih yang masih ragu-ragu mencapai 28,7 persen.
Menurut laporan Litbang Kompas, kalangan yang termasuk ke dalam kelompok undecided voters itu adalah mereka yang belum punya ikatan ideologis ataupun kedekatan emosional kepada sosok atau pasangan tertentu sehingga belum bisa menentukan siapa yang akan mereka pilih.
Survei tersebut melalui wawancara tatap muka terhadap 1.364 responden pada tanggal 29 November—4 Desember 2023.
Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi.
Dengan metode ini, pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, margin of error penelitian kurang lebih 2,65 persen. ***