DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Makin Melesat! BRI Kembali Dinobatkan sebagai Perusahaan Terbesar di Indonesia versi Forbes The Global 2000

image
BRI dinobatkan sebagai perusahaan terbesar di Indonesia versi Forbes The Global 2000 Tahun 2023.

ORBITINDONESIA.COM - Majalah ekonomi terkemuka di dunia Forbes mempublikasikan Forbes The Global 2000 Tahun 2023.

Forbes The Global 2000 Tahun 2023 tersebut berisi daftar 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia berdasarkan penjualan (sales), laba (profit), aset (assets), dan nilai pasar (market value).

Dalam publikasi Gorbes The Global 2000 Tahun 2023 itu, terdapat beberapa perusahaan asal Indonesia dengan sebagian besar adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga: Di Dukung BRI, Potensi Ekonomi FIFA Match Day Indonesia vs Argentina Bisa Tembus Rp500 Miliar

Perolehan terbaik didapatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan menjadi peringkat teratas di antara perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Secara internasional, BRI menempati peringkat terbaik yakni 307, meningkat dibandingkan pencapaian tahun lalu yakni peringkat 349 dunia.

Mengutip situs resmi Forbes, terdapat 8 perusahaan Indonesia yang masuk daftar Forbes The Global 2000 Tahun 2023.

Baca Juga: Top! Brand Finance Nobatkan BRI Sebagai Brand Paling Bernilai di Indonesia

Secara berturut-turut perusahaan tersebut adalah BRI (307), Mandiri (418), BCA (462), Telkom (787), BNI (930), Bayan (983), Adaro (1.393), dan Garuda Indonesia (1.572).

Atas pencapaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan prestasi tersebut merupakan bukti bahwa pihaknya mampu menjaga kinerja positif yang berkelanjutan dengan manajemen risiko yang sangat terukur.

“Hal ini tentu menjadi prestasi bagi perseroan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, BRI tetap mampu menjaga kinerja positif. Hal tersebut diraih BRI dengan kembali fokus pada pemberdayaan dan penyelamatan segmen UMKM di masa sulit, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, sangat layak jika prestasi tersebut didedikasikan bagi seluruh nasabah BRI dan Insan BRILiaN (pekerja BRI) di seluruh Indonesia,” kata Sunarso dalam keterangan pers yang diterima OrbitIndonesia.com, Selasa, 13 Juni 2023.

Baca Juga: BURUAN BELI! Tiket FIFA Matchday Indonesia vs Argentina Bisa Dibeli Hanya Lewat Bank BRI Mulai 5 Juni

Sunarso menjelaskan, BRI terbukti menghasilkan catatan impresif pada 4 indikator penilaian.

Mulai dari segi profit yang mencapai US$3,45 miliar atau Rp51,4 triliun secara tahunan (year on year/yoy).

Selain itu, dari sisi assets BRI juga mencatatkan US$119,84 miliar atau Rp1.865,64 triliun, tumbuh double digit sebesar 11,18% yoy dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Berasa Reuni, Kejutan Film The Flash Hadirkan 2 Batman Versi Ben Affleck dan Michael Keaton: Ini Perbedaannya

Dari segi penjualan (sales), lanjut dia, BRI telah mencatatkan angka sebesar US$13,16 miliar atau sekira Rp195,8 triliun, dan market value BRI mencapai sebesar US$53,79 miliar atau Rp799,2 triliun.

“Terbukti, melalui kinerja perseroan yang positif tersebut kami mampu mempertahankan peringkat teratas di Indonesia serta mampu naik peringkat secara internasional. Ini membuktikan bahwa keberadaan perusahaan BUMN kian diapresiasi oleh dunia luar. Ke depan kami akan terus berkomitmen untuk meng-create value, baik dari aspek ekonomi maupun sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Sunarso.

Tak hanya empat indikator tersebut, dia menjelaskan, banyak faktor lain yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan oleh Forbes.

Baca Juga: Buat PNS, TNI dan Polri Ini Syarat hingga Keuntungan Mendaftar Beasiswa LPDP 2023

Seperti ketepatan waktu pengumpulan data, kebijakan pelaporan perusahaan, kebijakan pelaporan khusus negara, dan jeda waktu antara saat perusahaan merilis data keuangannya dan ketika database Forbes mem-verifikasinya untuk pemeringkatan. 

Secara total, perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut menghasilkan penjualan mencapai US$50,8 triliun, laba $4,4 triliun, aset $231 triliun, dan nilai pasar $74 triliun.

Namun demikian, keuntungan kumulatif, aset, dan nilai pasar yang diraih secara keseluruhan oleh ke-2000 perusahaan tersebut turun sedikit dibandingkan tahun lalu, meskipun ini adalah pertama kalinya total pendapatan melampaui US$50 triliun.

Baca Juga: Masturbasi Punya Dampak Buruk Jika Dilakukan Berlebihan, Ini Dampaknya

Ada 58 negara yang diwakili oleh perusahaan publik dalam daftar tersebut.

Amerika Serikat (AS) memimpin dengan 611 perusahaan dan Tiongkok berada di urutan kedua dengan 346 perusahaan Global 2000.***

Dapatkan informasi menarik lainnya dari ORBITINDONESIA.COM di Google News.

Berita Terkait