DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Ini Alasan Jonathan Latumahina Pilih Mualaf Hingga Jadi Ahli IT di GP Ansor

image
Jonathan Latumahina seorang mualaf yang jadi pengurus GP Ansor.

ORBITINDONESIA.COM – Sosok Jonathan Latumahina kian ramai diperbincangkan warganet usai terungkapnya kasus penganiayaan putranya oleh anak pejabat pajak.

Jonathan Latumahina adalah lekaki berdarah Ambon yang memiliki tato di sekujur tubuhnya dan merupakan pengurus GP Ansor.

Jika dilihat sekilas, sudah tentu semua orang akan sangsi dan tak percaya bahwa Jonathan Latumahina merupakan seorang pengurus GP Ansor yang sangat aktif.

Baca Juga: Yang Sedang Cari Pekerjaan, OrbitIndonesia.com Butuh Content Creator

Diketahui Jonathan Latumahina yang akrap disapa bang Jo merupakan seorang mualaf yang kini dipercaya menjadi ahli Informasi Teknologi (IT) di GP Ansor.

Tak hanya menjadi ahli di bidang IT, bang Jo juga mahir di bidang event organizer. Bahkan dirinya disebut sebagai salah satu orang di balik suksesnya Harlah 1 Abad NU.

Namun mungkin belum banyak yang tahu, tentang alasan dari Jonathan Latumahina memutuskan untuk menjadi mualaf hingga terlibat aktif menjadi pengurus GP Ansor.

Baca Juga: PROFIL LENGKAP Agnes, Sosok Perempuan yang Diduga Menghasut Mario Menganiaya David

Salah satu jalan bagi bang Jo menjadi mualaf adalah ketika dirinya rajin mempelajari sastra-sastra Arab, termasuk syair-syair Arab.

Namun tak diketahui dengan pasti sejak kapan bang Jo memutuskan menjadi mualaf.

Mengenai kasus penganiayaan yang menimpa putranya, David Latumahina, bang Jo memutuskan untuk meneruskan ke ranah hukum meski sudah memaafkan pelaku.

Baca Juga: Gaya Hidup Mewah Anak Pejabat Pajak, Sri Mulyani: Menimbulkan Erosi Kepercayaan Publik

''Keluarga pelaku smlm datang minta maaf, sy maafkan. Sy hanya meniru anak sy yang sangat pemaaf. Mohon maaf juga, proses hukum sudah bergulir," tulis bang Jo di akun twitternya.

Diketahui David Latumahina, putra bang Jo menjadi korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo di kompleks Green Permata, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kejadian penganiayaan yang menimpa putranya yang juga seorang mualaf tersebut terjadi pada Senin, 20 Februari 2023 yang lalu.

Baca Juga: Mario Dandy Satriyo Punya Gaya Hidup Mewah, Kekayaan Ayahnya Capai Rp 56 Miliar, Akhirnya Kena Senggol KPK

David dianiaya dengan cara ditendang di bagian kepala saat tubuhnya telah terkapar di tengah jalan. Mario juga menginjak kepala bagaian belakang korban.

Akibat penganiayaan yang dilakukan secara brutal oleh Mario Dandy Satriyo, David mengalami cedera parah di area kepala dan wajah hingga mengalami koma.

Usai kejadian korban langsung ditolong dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.***

Dapatkan informasi lainnya dari kami di Google News.

Berita Terkait