Merasa Dihantui oleh Bau Mayat Terus-menerus, Penembak Jitu Israel Akhirnya Bunuh Diri
ORBITINDONESIA.COM - Joshua Boone (juga dikenal sebagai Yehoshua Bon), seorang penembak jitu (sniper) kelahiran Amerika Serikat yang bertugas di Pasukan Pertahanan Israel (IDF), ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Sebelum mengakhiri hidupnya, penembak jitu itu sering mengatakan kepada rekan-rekan dekatnya bahwa ia menderita insomnia dan bau mayat yang terus-menerus tercium.
Ia dilaporkan dihantui oleh apa yang telah ia lakukan dan saksikan saat bertugas di medan perang.
Dampak psikologis dan angka bunuh diri di kalangan militer Israel meningkat akibat stres, trauma, dan rasa bersalah karena membunuh warga Gaza—korban yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi. Israel melakukan genosida di Jalur Gaza.
"Saya tidak bisa tidur; setiap hari saya mencium bau mayat," kata Bon dalam sebuah pernyataan yang kini beredar luas di media sosial dan di media berita lokal.
Bon—yang digambarkan oleh rekan-rekannya sebagai seorang prajurit yang pendiam, terampil, dan cerdas—diyakini tidak mampu menanggung beban moral dan mental setelah secara aktif berpartisipasi dalam serangan yang menyebabkan banyak korban jiwa di Gaza.
Kematian ini terjadi menyusul layanan cadangannya selama lebih dari 700 hari dalam pertempuran, dan menyoroti krisis kesehatan mental yang meluas di kalangan militer Israel.
Kasus ini menjadi sorotan utama terkait krisis kesehatan mental dan lonjakan kasus gangguan stres pascatrauma (PTSD) di dalam militer Israel:
Data resmi menunjukkan lonjakan kasus gangguan jiwa dengan ribuan tentara, termasuk pelaporan tingginya angka percobaan bunuh diri di kalangan tentara sejak dimulainya konflik berkepanjangan.
Beban Tugas: Banyak tentara, termasuk Joshua Boone yang bertugas sebagai lone soldier dari Idaho, berjuang melawan trauma berat akibat pertempuran sengit yang mereka jalani.
Laporan media dan pengakuan dari rekan-rekan veteran menyoroti bahwa pengalaman dan beban moral di garis depan memicu depresi parah serta ingatan traumatis, yang mendorong peningkatan tajam jumlah tentara yang mencari bantuan psikiater atau layanan pendampingan kesehatan jiwa.
Konflik yang terus berlanjut telah menciptakan darurat kesehatan mental akut di dalam Pasukan Pertahanan Israel, dengan banyaknya tentara cadangan yang membutuhkan perawatan psikologis intensif setelah penugasan berulang kali di berbagai front.
(Sumber: Media lokal Israel, media sosial) ***