Anggota Parlemen Demokrat Mendesak Pentagon Terkait Pendataan Korban Perang Iran
ORBITINDONESIA.COM - Dua anggota parlemen senior dari Partai Demokrat yang duduk di komite pengawas DPR mengkritik cara Pentagon mendata korban perang Iran dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Selasa, 4 Agustus 2026.
Anggota DPR Robert Garcia dari California dan Suhas Subramanyam dari Virginia menyatakan dalam surat tersebut bahwa mereka—bersama anggota Demokrat lainnya di Komite Pengawas dan Reformasi Pemerintah DPR—sedang "menyelidiki" pelaporan publik departemen tersebut mengenai jumlah tentara AS yang tewas dan terluka dalam perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
CNN sebelumnya melaporkan bahwa Pentagon lambat dalam mengungkapkan data tentara yang terluka selama konflik berlangsung, sehingga menjadikan basis data Defense Casualty Analysis System (DCAS) sebagai satu-satunya sumber informasi terkini mengenai jumlah korban.
Sejumlah data tentara yang tewas dan terluka sempat hilang dari basis data tersebut, yang memicu sorotan dari berbagai media dan anggota parlemen.
Pentagon mengaitkan fluktuasi angka tersebut (yang diamati CNN saat memantau situs itu) dengan kesalahan teknis, sebelum akhirnya merilis pembaruan DCAS yang memunculkan kembali data korban yang sebelumnya sempat hilang serta membuat kategori baru bernama "operasi luar negeri" (*overseas operations*) untuk melacak korban tewas dan terluka sejak 7 Juli.
Tanggal 7 Juli tersebut bertepatan dengan hari ketika pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan dimulainya konflik baru dengan Iran dalam sebuah pemberitahuan kepada Kongres berdasarkan War Powers Act (Undang-Undang Kekuasaan Perang).
"Penentuan waktu ini menimbulkan kemungkinan serius bahwa Departemen Pertahanan (DOD) menciptakan kategori baru tersebut untuk mendukung upaya ilegal dalam melanggar War Powers Act demi melanjutkan perang," demikian argumen Garcia dan Subramanyam dalam surat mereka.
Sebelumnya, Pentagon menolak menjawab pertanyaan CNN mengenai kategori "operasi luar negeri" dalam DCAS, yang tidak merinci lokasi terjadinya insiden yang menimbulkan korban tersebut.
Hingga Selasa sore, basis data DCAS mencatat 18 tentara AS tewas dan 687 terluka sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari.
Angka tersebut mencakup 4 korban tewas dan 270 korban luka yang terjadi pada atau setelah tanggal 7 Juli, sebagaimana tercatat dalam kategori "operasi luar negeri". ***