Nothing Phone 4(b) Murah, Tapi Komprominya Terlalu Banyak

bgr.com

bgr.com

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Nothing Phone 4(b) diluncurkan dengan harga lebih murah, namun daftar pemangkasan fiturnya panjang dan terasa tajam. Di tengah krisis memori akibat pusat data AI yang mendorong harga gadget naik, ponsel ini justru memunculkan pertanyaan: murahnya benar-benar bernilai, atau sekadar ilusi angka?

Awal Juli 2026, Nothing memperkenalkan Nothing Phone 4(b) sebagai pembuka lini b-series. Desain khas Nothing tetap dipertahankan, termasuk Glyph bar di sisi kanan modul kamera yang kini lebih rapi.

Tarif awalnya £299 di Inggris, sekitar $399, lebih rendah dari Nothing Phone 4(a) yang rilis Maret 2026 di £349 atau sekitar $466. Penurunan ini terjadi saat biaya komponen terdorong naik, dan CEO Nothing Carl Pei sendiri mengingatkan di X bahwa harga ponsel cenderung terus meningkat.

Jawaban dari teka-teki harga itu ada pada kompromi spesifikasi. Nothing memangkas beberapa elemen kunci, mulai dari material hingga layar, agar bisa menekan banderol.

Berikut terjemahan akurat artikel sumber berbahasa Inggris sebelum analisis. Terjemahan ini mempertahankan data, struktur, dan nuansa argumen penulis aslinya.

Pada awal Juli 2026, Nothing mengumumkan ponsel terbarunya di pasar, Nothing Phone 4(b), menandai hadirnya seri b dari smartphone perusahaan. Seperti pendahulunya, Nothing Phone 4(b) mempertahankan tampilan khas yang membuat ponsel Nothing dikenal dan disukai.

Di sini, Anda masih mendapatkan sebuah Glyph bar di sisi kanan dari bilah kamera lebar yang membentang dari ujung ke ujung, yang kini terasa sedikit lebih halus. Namun yang menarik dari Nothing Phone 4(b) bukanlah Glyph bar yang terinspirasi dari Phone 4(a) atau tampilannya yang berani, melainkan harganya.

Nothing Phone 4(b) dibanderol mulai £299 di Inggris (sekitar $399), membuatnya lebih murah daripada pendahulunya, 4(a), yang diluncurkan dengan harga mulai £349 (sekitar $466) saat dirilis pada Maret 2026. Dan itu terjadi meski ada krisis memori saat ini akibat pusat data AI yang membuat harga berbagai perangkat elektronik naik.

Belum lagi CEO dan co-founder Nothing, Carl Pei, yang vokal di X tentang bagaimana harga ponsel meningkat dan akan terus naik dalam waktu yang bisa diperkirakan. Jadi, apa penyebabnya?

Ada cukup banyak penurunan spesifikasi pada Phone 4(b) jika dibandingkan langsung dengan 4(a), dan itulah mengapa harganya lebih murah. Misalnya, salah satu kompromi utama yang dibuat Nothing pada Phone 4(b) adalah pada konstruksi, dengan memakai bagian belakang plastik alih-alih kaca.

Nothing Phone 4(b) memiliki sejumlah kompromi. Selain penggunaan punggung plastik, ada juga penurunan di area lain dibanding pendahulunya, yang membuat Nothing nyaman memangkas harga awal, terlepas dari krisis memori yang masih berlangsung.

Dari sisi layar, Phone 4(b) memakai panel 6,77 inci yang hampir sama besar dengan pendahulunya, tetapi resolusinya turun. Alih-alih 1224 x 2720 piksel, layar 4(b) menawarkan 1080 x 2344 piksel, sehingga kerapatan pikselnya lebih kecil, yakni 381 PPI, jadi tidak setajam panel 4(a) yang 440 PPI.

Panel layar 4(b) juga tidak seterang milik pendahulunya, karena kecerahan puncak turun dari 4.500 menjadi 2.000 nits. Di bagian dapur pacu, 4(b) memakai chip Snapdragon 6 Gen 4 yang kurang bertenaga dibanding Snapdragon 7s Gen 4 yang sedikit lebih kuat pada 4(a).

Meski Anda mendapat kapasitas penyimpanan dan memori yang sama pada varian dasar, 4(b) memakai penyimpanan UFS 2.2 yang lebih lama alih-alih UFS 3.1 yang lebih cepat. Untuk fotografi, kameranya juga turun satu tingkat, karena 4(b) hanya punya dua lensa belakang, yakni utama 50 MP wide dan ultrawide 8 MP, tanpa lensa telefoto yang akan membuatnya lebih fleksibel.

Satu-satunya peningkatan di sini adalah baterai, karena versi internasional membawa 5.200 mAh, naik dari 5.080 mAh di 4(a). Meski kapasitasnya naik, 4(b) mengisi daya sedikit lebih lambat, dengan kecepatan hingga 33 W alih-alih 50 W.

Meski harganya sedikit lebih rendah, Nothing Phone 4(b) sulit direkomendasikan. Nothing Phone 4(b) memang mengorbankan cukup banyak fitur kunci agar sedikit lebih murah.

Tentu, pemangkasan harga itu bagus, terutama di pasar saat ini ketika harga elektronik terus naik, memaksa semua orang memakai trik belanja gadget hemat. Namun, mengingat harganya hanya sekitar $70 lebih murah dari 4(a), Phone 4(b) melakukan banyak kompromi sehingga pemotongan harga terasa kurang sepadan.

Nothing seharusnya memangkas harga lebih jauh agar menarik, tetapi pada harga saat ini dan karena Nothing Phone 4(a) sudah ada serta diluncurkan sekitar empat bulan lalu, memilih Phone 4(b) bukan pilihan terbaik meski sedikit lebih murah. Sebaliknya, menambah sedikit biaya untuk mendapatkan 4(a) lebih baik karena menawarkan perangkat keras yang lebih bagus.

Kami sudah mengulas Nothing Phone 4(a), dan secara umum ponsel itu mengesankan. Bahkan, dalam ulasan kami, kami menyebutnya “dengan mudah ponsel terbaik di kelas harganya.”

Sayangnya, kombinasi harga dan fitur Phone 4(b) tidak menantangnya. Seperti disebutkan sebelumnya, Phone 4(a) menawarkan layar yang lebih unggul, chip yang lebih bertenaga, konfigurasi kamera yang lebih serbaguna, dan bahkan kecepatan pengisian daya yang lebih cepat.

Kata kunci utama dalam peluncuran Nothing Phone 4(b) adalah “harga,” dan sub-keyword yang langsung mengikuti adalah “kompromi spesifikasi.” Selisih £50 dari Phone 4(a) terdengar menarik di poster, tetapi terasa tipis ketika daftar pemangkasan menyentuh bagian yang paling sering dipakai pengguna.

Material belakang berubah dari kaca menjadi plastik, dan itu bukan sekadar soal rasa premium. Plastik sering diasosiasikan dengan persepsi “lebih murah,” dan pada segmen menengah, persepsi adalah mata uang yang sama pentingnya dengan angka spesifikasi.

Penurunan layar adalah pukulan paling kentara karena menyentuh pengalaman harian. Resolusi turun dari 1224 x 2720 ke 1080 x 2344, dan kerapatan piksel jatuh dari 440 PPI menjadi 381 PPI.

Kecerahan puncak juga merosot dari 4.500 nits ke 2.000 nits, yang berpotensi terasa saat pemakaian luar ruang. Dalam era ponsel sebagai “alat kerja,” layar yang kurang terang sering berarti friksi kecil yang berulang setiap hari.

Di sektor performa, Snapdragon 6 Gen 4 menggantikan Snapdragon 7s Gen 4, dan pesan yang terbaca adalah penurunan kelas. Ditambah lagi, penyimpanan turun ke UFS 2.2 dari UFS 3.1, yang bisa berdampak pada kecepatan buka aplikasi, instalasi, dan transfer data.

Kamera juga dipangkas menjadi dua lensa belakang, 50 MP wide dan 8 MP ultrawide, tanpa telefoto. Di pasar yang makin menuntut fleksibilitas zoom, absennya telefoto membuat narasi “kamera serbaguna” sulit dipertahankan.

Nothing memang memberi baterai lebih besar, 5.200 mAh dibanding 5.080 mAh pada 4(a). Namun kecepatan pengisian turun dari 50 W ke 33 W, sehingga keuntungan kapasitas bisa dibayar dengan waktu tunggu yang lebih panjang.

Faktor eksternal yang disebut artikel, yakni krisis memori akibat pusat data AI, menambah konteks mengapa harga perangkat elektronik cenderung naik. Justru karena tekanan biaya itu, penurunan harga pada 4(b) tampak “dipaksakan” melalui pemangkasan, bukan efisiensi yang elegan.

Di sinilah logika pasar bekerja: bila selisih harga kecil, konsumen cenderung memilih produk yang “lebih aman” dan lebih lengkap. Artikel sumber bahkan menegaskan bahwa 4(a) pernah disebut “easily the best phone in its price bracket,” dan klaim seperti itu sulit digeser hanya dengan diskon tipis.

Nothing Phone 4(b) terlihat seperti strategi mengisi celah, tetapi celahnya sendiri nyaris tidak ada. Ketika Phone 4(a) masih sangat baru, 4(b) berisiko menjadi produk yang membuat konsumen bertanya, “mengapa tidak sekalian ambil yang lebih bagus?”

Diskon yang efektif seharusnya mengubah keputusan, bukan sekadar membuat orang berhenti sejenak di etalase. Dengan kompromi pada layar, performa, storage, dan kamera, 4(b) menuntut pembeli untuk menerima banyak “tidak apa-apa” demi penghematan yang relatif kecil.

Di sisi lain, Nothing tampak ingin mempertahankan identitas desain sebagai jangkar nilai. Tetapi desain saja jarang cukup saat pembanding internalnya, Phone 4(a), menawarkan paket yang lebih seimbang dengan selisih harga yang bisa ditoleransi banyak orang.

Jika krisis memori benar mendorong biaya, maka pelajaran bagi merek adalah transparansi dan segmentasi yang tegas. Seri b perlu alasan eksistensi yang lebih kuat daripada sekadar “lebih murah,” misalnya fokus daya tahan, software, atau pengalaman tertentu yang konsisten.

Nothing Phone 4(b) mengajarkan bahwa harga murah tidak otomatis berarti nilai terbaik, terutama bila pemangkasan menyentuh fitur yang paling sering dipakai. Selisih sekitar $70 dari Phone 4(a) terasa kurang untuk menebus layar yang turun, performa yang lebih rendah, storage lebih lambat, dan kamera yang kurang fleksibel.

Pada akhirnya, konsumen membeli rasa “tenang” bahwa ponsel mereka tidak cepat terasa ketinggalan. Pertanyaannya, di era biaya komponen naik dan pilihan makin padat, apakah kita mengejar harga terendah, atau mengejar paket paling masuk akal untuk dua sampai tiga tahun pemakaian? (Orbit dari berbagai sumber, 29 Juli 2026)