Fidji Simo Mundur dari OpenAI, POTS dan Pelajaran Kesehatan
ORBITINDONESIA.COM – Fidji Simo mundur dari jabatan CEO aplikasi OpenAI sambil mengungkap POTS, penyakit kronis yang ia derita tujuh tahun terakhir. Ia menyebut keputusan ini sebagai pelajaran kesehatan yang datang terlambat, setelah bertahun-tahun menolak untuk melambat.
Dalam pernyataannya pada Kamis, Simo menulis bahwa ia mulai sakit saat masih bekerja di Facebook selama satu dekade. Ia mengaku pernah ditawari cuti medis setahun penuh, namun menolak tanpa berpikir panjang.
Ia mengutip pesan Mark Zuckerberg agar “bermain jangka panjang,” dan ia menyesal tidak mendengarkannya. Ia juga menulis bahwa sifat yang membawanya sukses justru membuatnya sulit mengambil jeda.
Simo menggambarkan perjalanannya dari kota kecil di selatan Prancis hingga memegang peran besar sebelum usia 40 tahun. Namun ia kini percaya dampak jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh ketangguhan, melainkan kemampuan berhenti dan merawat diri.
POTS (postural orthostatic tachycardia syndrome) adalah gangguan sistem saraf otonom yang mengatur fungsi tak sadar seperti detak jantung. Gejalanya muncul saat penderita berpindah dari duduk ke berdiri, dan bisa sangat melumpuhkan.
Gejala yang umum meliputi kelelahan kronis, jantung berdebar, pusing, berkeringat, mual, pingsan, dan sakit kepala. Kombinasi gejala ini sering terlihat “biasa” di kantor modern, sehingga mudah disalahartikan sebagai stres atau kurang tidur.
Simo menulis betapa “mengguncang” menjalani hari-hari di OpenAI membangun masa depan, sambil “menavigasi penyakit yang melumpuhkan dan belum punya obat.” Kontras ini memperlihatkan paradoks industri teknologi yang bergerak cepat, tetapi tubuh manusia tidak bisa dipaksa mengikuti ritme yang sama.
Menurut tinjauan tahun 2026 di jurnal Heart, Lung and Circulation, POTS sulit didiagnosis karena gejalanya tumpang tindih dengan banyak kondisi lain. Tidak ada obat spesifik, dan penanganannya sangat individual, sehingga pasien sering menjalani perjalanan panjang sebelum menemukan pola yang stabil.
Dalam konteks kepemimpinan, ini berarti produktivitas tidak bisa diukur hanya dari jam kerja dan ketersediaan tanpa henti. Penyakit kronis memaksa organisasi mengakui bahwa “ketahanan” bukan sekadar slogan, melainkan desain kerja yang memungkinkan manusia bertahan.
Simo menyatakan ia akan beralih dari CEO of Applications menjadi penasihat paruh waktu. OpenAI CEO Sam Altman membagikan unggahan itu dan menulis ia sedih, berterima kasih, serta berharap Simo segera pulih.
Pengakuan Simo bukan sekadar kabar resign, melainkan kritik halus pada budaya kerja yang memuja ketahanan sebagai identitas. Ia menunjukkan bahwa ambisi sering menyamar sebagai kebajikan, padahal kadang ia hanya bentuk penundaan terhadap kebutuhan tubuh.
Kalimatnya tentang “grit dan endurance bukan satu-satunya keterampilan” menantang mitos pendiri dan eksekutif yang selalu siap 24 jam. Jika pemimpin saja merasa bersalah untuk mengambil cuti, maka pekerja di bawahnya hampir pasti lebih tertekan untuk berpura-pura baik-baik saja.
Di sisi lain, langkah Simo juga menyiratkan strategi yang lebih dewasa: mengubah bentuk kontribusi tanpa memutus hubungan dengan misi. Transisi ke peran penasihat paruh waktu adalah model adaptasi, bukan menyerah, dan ini penting di era ketika penyakit kronis makin terlihat di ruang publik.
Pernyataannya juga memunculkan pertanyaan etis bagi perusahaan teknologi: apakah inovasi yang “memecahkan masalah manusia” juga memperbaiki kondisi kerja manusia di dalamnya. Jika teknologi adalah masa depan, maka masa depan itu seharusnya tidak dibangun dengan mengorbankan kesehatan para pembangunnya.
Simo menutup dengan kalimat bahwa fokusnya kini pemulihan, namun keyakinannya pada potensi teknologi justru semakin kuat. Pesannya sederhana, tetapi tajam: merawat diri hari ini adalah syarat untuk bisa memberi dampak lebih lama besok.
Berita ini mengajak kita menilai ulang definisi sukses, dari “tidak pernah berhenti” menjadi “tahu kapan berhenti.” Jika tubuh adalah infrastruktur utama produktivitas, mengapa kita masih memperlakukannya sebagai komponen yang bisa diganti?
(Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)