Conor McGregor Bantah Konspirasi Cedera UFC 329, Tantang Holloway Lagi

MMA Fighting

MMA Fighting

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Conor McGregor menepis teori konspirasi cedera lutut jelang UFC 329, usai comeback-nya melawan Max Holloway berakhir cepat karena lututnya “pop” saat mendarat dari tendangan. McGregor menegaskan ia fit dan sehat, serta bersikeras laga berikutnya “harus” kembali melawan Holloway. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Terjemahan artikel sumber: Conor McGregor tidak tertarik mendengar teori konspirasi bahwa ia sudah “terkompromi” sebelum laga comeback melawan Max Holloway di UFC 329. Begitu aksi dimulai, McGregor melepaskan tendangan roundhouse lompat yang berujung sial, dan saat mendarat lututnya berbunyi “pop” hingga wasit akhirnya menghentikan pertarungan. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Dalam siaran UFC 329, beberapa video ditampilkan yang berspekulasi bahwa mungkin lutut McGregor sudah bermasalah, lalu pendaratan canggung di oktagon hanya memperparah cedera yang sudah ada. McGregor menolak gagasan itu, termasuk video yang menunjukkan ia tampak kehilangan keseimbangan saat melepas sepatu sebelum masuk ke oktagon malam itu. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

“Omong kosong lagi,” kata McGregor di Twitter. Ia menjelaskan momen melepas sepatu hanyalah kaki berkeringat tanpa kaus kaki, sehingga ia menarik sepatu dengan telapak kaki lainnya dan sempat sedikit oleng. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

McGregor menegaskan kondisinya prima. “Saya siap tempur, bugar, sehat; mesin saya, oksigen, darah, detak jantung, tak pernah sebagus ini,” ujarnya, lalu menyindir bahwa lain kali ia akan “berteriak ke kamera” agar orang punya ilusi ada masalah lain. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Terjemahan artikel sumber: McGregor juga menanggapi penghentian laga oleh wasit Mike Beltran, yang dianggap tak punya pilihan setelah sang bintang Irlandia kesulitan berdiri dan terpincang mengelilingi kandang usai pertukaran di ground. McGregor menekankan penghentian itu bukan permintaannya. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Ia membandingkan insiden ini dengan pertemuan pertama melawan Holloway pada 2013. Saat itu, McGregor mengalami robek ACL pada ronde kedua, namun tetap bertarung dan menang angka mutlak. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Menurut McGregor, situasinya tidak sama meski cedera kali ini mungkin serupa. Pada laga 2013, cedera terjadi di tengah ronde kedua ketika posisi di kanvas tidak menuntut tumpuan berat. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Ia juga menekankan perbedaan kaki yang cedera. Dulu yang bermasalah kaki kiri, yakni kaki belakang dalam stance, sehingga dampaknya lebih kecil saat menyerang. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Kali ini yang cedera adalah kaki kanan, kaki depan, sehingga setiap pergerakan terdampak. Dalam logika striking, kaki depan adalah poros untuk maju-mundur dan mengunci jarak, sehingga ketidakstabilan kecil saja dapat menghapus seluruh rencana bertarung. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Terjemahan artikel sumber: McGregor sudah mengumumkan rencana bertarung lagi setelah lututnya pulih. Ia masih menunggu hasil penuh MRI untuk memastikan apa yang terjadi, sementara operasi sudah di depan mata. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Jika ia kembali, itu akan menjadi pertarungan terakhir dalam kontrak UFC-nya saat ini. Ia juga belum memberi sinyal akan meneken perpanjangan kontrak jangka panjang. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Dari sudut industri, kombinasi “cedera, comeback, dan akhir kontrak” biasanya memperbesar daya tawar atlet. Namun itu juga memperbesar tekanan publik, karena setiap detail kecil—termasuk cara melepas sepatu—bisa dibaca sebagai petunjuk rahasia. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Penolakan McGregor terhadap teori konspirasi bukan sekadar klarifikasi medis, melainkan manuver kontrol narasi. Ia ingin publik percaya bahwa yang runtuh di UFC 329 bukan persiapan, melainkan nasib buruk dalam satu momen teknis. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Di era potongan video viral, “bukti” sering lahir dari sudut kamera yang salah dan kesimpulan yang terlalu cepat. McGregor membaca itu sebagai ancaman reputasi, karena label “sudah cedera” berarti ada tuduhan terselubung: timnya ceroboh, atau ia menyembunyikan kondisi. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Namun publik juga punya alasan untuk curiga, karena olahraga tarung memang penuh insentif untuk merahasiakan cedera. Ketika siaran menampilkan kompilasi teori, itu menunjukkan betapa promosi modern ikut memelihara kontroversi sebagai bahan bakar atensi. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Yang paling menarik justru pilihan McGregor soal lawan berikutnya. “Harus Holloway,” katanya, seolah menutup pintu opsi lain meski ia mengakui masih menunggu hasil MRI dan kemungkinan operasi. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Pernyataan itu terdengar seperti obsesi, tetapi juga strategi. Rematch memberi cerita yang bersih, karena ada sejarah 2013, ada luka lama, dan ada kesempatan membuktikan bahwa UFC 329 hanyalah kecelakaan, bukan penurunan permanen. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Terjemahan artikel sumber: McGregor menegaskan ia tidak cedera sebelum laga, dan ia tidak meminta pertarungan dihentikan. Ia menunggu hasil MRI, menatap kemungkinan operasi, dan tetap mengarah pada satu nama, Max Holloway. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)

Kisah UFC 329 memperlihatkan bagaimana atlet kini bertarung di dua arena: oktagon dan ruang opini digital. Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa sederhana tetapi tajam: ketika tubuh atlet rapuh, apakah publik akan belajar membedakan fakta medis dari sensasi, atau justru makin tergoda mempercayai potongan-potongan “bukti” yang paling dramatis. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juli 2026)