Box Office The Odyssey Nolan Tembus $652 Juta, Imax Meledak

Variety

Variety

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Box office The Odyssey karya Christopher Nolan melaju seperti eposnya sendiri, mengumpulkan $90 juta pada akhir pekan kedua di 3.943 bioskop Amerika Utara. Penurunan hanya 27% dari debut $123,5 juta membuat film rating-R ini tampil seperti pengecualian di era penonton yang mudah berpindah ke judul baru.

Pada hitungan final Senin, angka $90 juta melampaui estimasi Minggu sebesar $87 juta. Bagi film rating-R, capaian ini setara “akhir pekan pembuka” yang diidamkan banyak rilisan arus utama.

Secara historis, film yang dibuka di atas $100 juta kerap turun 50% atau lebih pada pekan berikutnya. Rating-R juga membatasi penonton karena mayoritas di bawah 18 tahun tidak bisa membeli tiket.

Dalam konteks itu, The Odyssey mencatat akhir pekan kedua terbesar nomor dua untuk film rating-R, setelah Deadpool & Wolverine yang meraih $96 juta pada pekan kedua. Perbandingan ini menegaskan bahwa daya tahan, bukan sekadar ledakan awal, menjadi mata uang baru box office.

Setelah dua akhir pekan, adaptasi puisi epik Homer dengan Matt Damon sebagai Odysseus ini meraup $289 juta di Amerika Utara dan $652 juta secara global. Pekan depan, film ini diuji oleh Spider-Man: Brand New Day yang berpotensi mengalihkan perhatian penonton.

Namun para pemilik jaringan bioskop justru menyambut duel raksasa ini untuk mengangkat Agustus yang biasanya lesu. David A. Gross dari buletin FranchiseRe menegaskan, “Once or twice a year a movie opens big and then plays for weeks and weeks,” dan The Odyssey menunjukkan “holding power” seperti itu.

Kekuatan The Odyssey paling nyata di Imax, karena ini film panjang pertama yang seluruhnya direkam dengan kamera berteknologi tinggi milik Imax. Kamera Imax dikenal bising, berat, dan mahal, sehingga kebanyakan film hanya memakainya untuk beberapa adegan aksi.

Hingga kini, The Odyssey menghasilkan $140 juta global dari Imax, terdiri dari $78 juta domestik dan $62 juta internasional. Film ini menjadi yang tercepat kedua menembus $100 juta Imax, hanya dalam 10 hari.

Sebagai pembanding, Oppenheimer milik Nolan meraih $180 juta Imax sampai akhir masa tayang. Artinya, The Odyssey sedang bergerak di jalur yang bisa menantang rekor internal Nolan di format premium.

Layar Imax 70mm yang hanya berjumlah 41 di dunia menyumbang $5,2 juta pada akhir pekan dan $16,9 juta sejauh ini, atau 12,1% dari total box office Imax. Karena penggemar film tahu 70mm adalah format favorit Nolan, banyak jadwal tayang sudah habis terjual sampai September.

CEO Imax Richard Gelfond menyebut film ini “crossed over from hit blockbuster to global cultural event.” Ia menilai data menunjukkan penonton akan antre untuk menonton di Imax “for weeks, if not months, to come.”

Dengan promosi dari mulut ke mulut yang euforia dan minat besar pada format premium, film ini diperkirakan bertahan sampai musim gugur. Prospek nominasi Oscar dan “hak pamer” bekerja dengan sutradara paling bankable generasinya juga membantu membenarkan ongkos Universal.

Universal menghabiskan sekitar $250 juta untuk produksi dan sekitar $125 juta untuk pemasaran. Di titik ini, box office global $652 juta memberi ruang napas, tetapi profitabilitas tetap bergantung pada kaki panjang, pembagian pendapatan dengan bioskop, dan pemasukan pasca-teater.

Akhir pekan ini juga menempatkan Hadestown: The Musical di lima besar, dengan debut $10,2 juta dari 1.949 bioskop. Angka itu sebanding dengan versi teater Hamilton yang meraih $10,1 juta dari 1.825 layar, dan jauh di atas Waitress: The Musical ($2,6 juta) serta Merrily We Roll Along ($1,3 juta).

Hadestown semula hanya dijadwalkan tayang lima hari, tetapi diperpanjang karena ulasan positif dan permintaan tinggi. CEO Bleecker Street dan Crosswalk Kent Sanderson menyatakan mereka “immensely proud” dengan hasil kampanye, dan memperpanjang masa tayang agar penonton punya lebih banyak waktu.

Di posisi lain, Moana versi live-action meraih $10,5 juta pada pekan ketiga dari 4.015 lokasi, turun 40%. Totalnya menjadi $102,5 juta domestik dan $228,2 juta global, sementara biaya produksi disebut mencapai $250 juta.

Moana mungkin sulit “berenang” menuju profit di layar lebar, tetapi Disney punya alasan lain untuk merayakan. Toy Story 5 kini menjadi film terlaris tahun ini dengan $1,022 miliar global, termasuk $448,6 juta domestik dan $573,5 juta internasional.

Toy Story 5 menambah $10 juta pada pekan keenam, turun hanya 27% dari pekan sebelumnya. Film ini segera berpeluang melampaui Toy Story 4 (2019) yang mengantongi $1,07 miliar, dan menjadi seri terbesar dalam waralaba Pixar tersebut.

Minions and Monsters dari Universal dan Illumination mengikat posisi nomor empat dengan $9,6 juta, dan total domestiknya $155 juta setelah empat pekan. Secara global film ini sudah $411 juta, angka besar untuk bujet $85 juta, tetapi tetap terlihat lebih kecil dibanding entri Despicable Me yang sering mendekati atau menembus $1 miliar.

Jika tren “diminishing returns” berlanjut, strategi merilis petualangan baru hampir tiap dua tahun sejak 2010 bisa perlu ditinjau ulang. Penonton tampak makin selektif, dan hanya judul yang menawarkan pengalaman layar lebar yang benar-benar berbeda yang menang besar.

Secara industri, box office musim panas telah menembus $3 miliar dan masih punya sekitar sebulan untuk mengejar tonggak $4 miliar. Sejak COVID mengguncang industri, capaian $4 miliar baru terjadi sekali, sehingga momentum ini terasa krusial.

Menurut Rentrak, pendapatan domestik keseluruhan 10% di atas 2025. Kepala tren pasar Rentrak Paul Dergarabedian menyebut ini periode yang “vindicating” bagi bioskop, setelah bertahun-tahun ada yang meramalkan pengalaman teater menuju kepunahan.

Kisah The Odyssey bukan semata tentang Nolan yang kembali “tak terkalahkan,” melainkan tentang ekonomi perhatian yang mulai condong ke pengalaman premium. Ketika tiket standar semakin mirip komoditas, Imax 70mm berubah menjadi “acara” yang membuat orang rela antre dan membeli jauh hari.

Penurunan 27% pada pekan kedua memberi sinyal bahwa penonton menghargai film yang terasa seperti peristiwa budaya, bukan sekadar konten. Dalam bahasa industri, ini adalah kemenangan “legs” atas “opening,” dan itu kabar baik bagi bioskop.

Namun ada sisi rapuh yang perlu diakui, karena ongkos produksi dan pemasaran yang membengkak membuat ambang balik modal semakin tinggi. Jika hanya segelintir film yang mampu menjadi event, ketimpangan antara pemenang dan pecundang akan makin tajam.

Moana memperlihatkan paradoks itu, karena merek besar dan bujet besar tidak otomatis berarti laba besar. Penonton kini menuntut alasan yang jelas untuk meninggalkan rumah, dan alasan itu sering berbentuk skala visual, suara, dan sensasi kolektif.

Hadestown memberi pelajaran berbeda, bahwa teater yang direkam pun bisa menjadi magnet bila komunitas penggemarnya kuat dan distribusinya cerdas. Ini membuka ruang bagi model rilis alternatif yang tidak selalu bergantung pada efek visual, tetapi pada kedekatan emosional dan reputasi panggung.

Di atas semuanya, duel The Odyssey dan Spider-Man pekan depan akan menjadi tes besar bagi tesis “dua raksasa mengangkat pasar.” Jika keduanya sama-sama bertahan, Agustus bisa menjadi bukti bahwa kalender rilis masih bisa membentuk kebiasaan menonton, bukan sekadar mengikuti arus.

Data akhir pekan ini menunjukkan box office The Odyssey bukan sekadar angka, melainkan indikator bahwa bioskop masih punya daya tawar ketika menawarkan pengalaman yang tak mudah digantikan layar rumah. Dari Imax 70mm yang sold out hingga total global $652 juta, film ini menegaskan bahwa “eventisasi” adalah strategi bertahan paling efektif.

Tetapi pertanyaan yang tersisa adalah siapa yang mampu membayar harga untuk menjadi event berikutnya. Jika hanya studio besar dan sutradara tertentu yang bisa mengunci perhatian publik, apakah ekosistem film akan makin sempit atau justru memicu inovasi baru dalam cara bercerita dan merilis?

Di titik ini, penonton seperti sedang memilih bukan hanya film, tetapi ritual bersama yang ingin mereka pertahankan. Dan mungkin, di situlah masa depan bioskop akan ditentukan, pada kerinduan manusia untuk mengalami kisah besar secara kolektif. (Orbit dari berbagai sumber, 7 Agustus 2026)