Ratusan Orang Hilang dan Banyak Dikhawatirkan Tewas Setelah Banjir Bandang Dahsyat Melanda Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rumah yang terbenam separuhnya akibat banjir bandang.

Rumah yang terbenam separuhnya akibat banjir bandang.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Banjir bandang dahsyat melanda Tiongkok dan Nepal pada hari Rabu, 26 Agustus 2026; lebih dari 150 orang dipastikan tewas dan jumlah korban kemungkinan akan bertambah karena ratusan orang masih dinyatakan hilang. Kantor Perdana Menteri Nepal menyatakan bahwa operasi pencarian akan terus berlanjut hingga malam hari.

Menurut pejabat Nepal sebagaimana dilaporkan AP, lebih dari 300 warga negara asing belum diketahui keberadaannya, termasuk setidaknya 47 warga Amerika. Wilayah tersebut berada di jalur populer menuju Gunung Kailash, sebuah gunung di Tibet dekat perbatasan yang disucikan oleh para peziarah Hindu, Buddha, Jain, dan Bonpo.

Rekaman dramatis memperlihatkan derasnya aliran air yang menghantam perbatasan Nepal-Tiongkok dan desa-desa yang terendam banjir. Tanah longsor juga melanda wilayah pelabuhan Gyirong di Tiongkok.

Apa penyebab kehancuran ini? Tanah longsor hebat membendung Sungai Bhote Koshi, sehingga memicu aliran air deras yang mengalir ke hilir dari Tiongkok menuju Nepal.

Sekelompok ilmuwan meyakini bahwa bongkahan gletser mungkin telah lepas dan jatuh ke lembah di bawahnya, yang kemudian memicu atau setidaknya memperparah dampak tanah longsor tersebut.

Penyebab aliran banjir dahsyat yang meluluhlantakkan wilayah Nepal dan Tibet—menelan kota, jalan raya, dan jembatan—belum diketahui secara pasti, namun Nepal merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana iklim seiring dengan pemanasan global.

Pada pukul 08.37 pagi waktu setempat hari Rabu, guncangan di wilayah tersebut awalnya dilaporkan oleh Survei Geologi AS (USGS) sebagai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok, sebelah utara Kathmandu.

Pada saat yang hampir bersamaan, "longsoran" es dan batuan—yang dalam kasus ini lebih menyerupai tanah longsor—meluncur turun dari lereng gunung menuju Sungai Lhende Khola.

Sungai ini merupakan anak sungai dari Sungai Bhote Koshi yang mengalir dari Tiongkok ke Nepal, sering kali melalui ngarai-ngarai yang dalam.

Diperlukan waktu berminggu-minggu untuk memastikan penyebab pastinya, namun tim ilmuwan internasional meyakini bahwa bongkahan besar gletser telah lepas dari gunung dan jatuh ke lembah di bawahnya.

USGS kemudian mengklarifikasi bahwa guncangan tersebut bukanlah gempa bumi, melainkan disebabkan oleh tanah longsor yang sangat dahsyat itu sendiri, yang tercatat memiliki kekuatan setara dengan gempa bumi magnitudo 5,2. Dengan kata lain, gempa bumi tidak menyebabkan peristiwa longsoran gletser tersebut; justru tanah longsor itulah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi. ***