Iran Merilis Video Propaganda yang Mengharukan Buatan AI, Menjelang Pertandingan Pembuka Piala Dunia
Menlu Iran membagikan video AI yang menunjukkan tim Iran memasuki lapangan untuk Piala Dunia bersama anak-anak yang tewas dalam serangan udara AS.
Tech LifeORBITINDONESIA.COM - Iran telah merilis video propaganda yang mengharukan buatan AI baru, menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia di Los Angeles. Video kali ini mengenang 162 anak yang tewas dalam serangan AS terhadap sebuah sekolah pada bulan Februari 2026.
Video tersebut, yang diunggah oleh Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menggambarkan anggota tim nasional Iran sebagai figur seperti Lego yang dengan khidmat memegang tangan anak-anak yang tewas dalam serangan tersebut saat mereka berjalan menuju lapangan.
“Iran, dengan semua lukanya, masih berdiri tegak, dan anak-anaknya, dengan dada yang lebar dan tekad yang tak tergoyahkan, siap untuk berkompetisi di panggung dunia,” kata Baqaei dalam unggahannya bersama video tersebut.
Iran telah meningkatkan penggunaan video propaganda yang dihasilkan AI sejak konflik dengan AS & Israel dimulai, seringkali menggunakan tema visual Lego.
Demonstran
Sementara itu, sekelompok demonstran berkumpul di luar Stadion SoFi di Los Angeles menjelang pertandingan Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru pada hari Senin, 15 Juni 2026.
Dalam beberapa video, para demonstran terdengar meneriakkan, “Presiden Trump, selesaikan pekerjaan ini!” Klip lain menunjukkan orang-orang meneriakkan “tidak ada lagi Republik Islam!”
“Saya di sini untuk memprotes Republik Islam di Iran, rezim teroris tirani yang kejam yang selama 40 tahun terakhir telah membunuh, menyiksa, dan memenjarakan banyak warga negara kami,” kata Iman Foroutan, kepala arsitek sistem di organisasi nirlaba hak asasi manusia SOS Iran Profit kepada Reuters.
Para demonstran juga terlihat mengibarkan bendera yang terkait dengan kelompok-kelompok yang menentang pemerintah Islam Iran, yang bergambar Matahari dan Singa. Bendera tersebut telah digunakan selama berabad-abad sebelum revolusi 1979.
FIFA telah melarang bendera Iran pra-revolusi di Piala Dunia dengan alasan peraturan stadion. Sidang menit-menit terakhir di Los Angeles pada hari Senin menguatkan larangan tersebut, lapor The Athletic.
Sementara itu, penggemar sepak bola Iran, Mehdi Jafarim, mengatakan dia datang untuk mendukung tim tersebut.
“Kami di sini untuk mendukung Iran. Saya pikir, kita semua harus mengesampingkan politik dan hanya masuk dan menyemangati Tim Melli.” ***