Mensesneg Prasetyo Hadi Bantah Kabar Purbaya Mengundurkan Diri dari Jabatan Menteri Keuangan
ORBITINDONESIA.COM - Mensesneg Prasetyo Hadi membantah kabar Purbaya Yudhi Sadewa mengundurkan diri dari jabatan menteri keuangan. Ia mengatakan, di tengah kondisi hari ini justru yang dibutuhkan adalah koordinasi yang kuat seluruh pihak.
Bantahan juga disampaikan Purbaya. Selain membantah mundur, Purbaya juga menampik spekulasi yang mengaitkannya dengan posisi Gubernur Bank Indonesia.
Ia mengaku sempat ada tawaran rangkap jabatan, tapi ia menolak. Rumor tersebut ramai beredar kemarin, bersamaan isu rencana reshuffle.
Tetapi akan ada wajah baru di jajaran kabinet Prabowo-Gibran. Prasetyo Hadi mengisyaratkan Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, sedang diproses masuk kabinet untuk mengurusi bidang perburuhan.
Jika benar Said akan masuk kabinet, berarti akan ada 2 tokoh buruh di dalamnya. Salah satunya adalah Mohammad Jumhur Hidayat, yang diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 27 April 2026.
Alami Defisit
Sementara itu, APBN per Mei 2026 mengalami defisit Rp 180,4 triliun atau 0,70% terhadap PDB, meningkat dibanding defisit April yang sebesar Rp 164,4 triliun atau 0,64% terhadap PDB. Pendapatan negara tercatat sebesar Rp 1.185 triliun, atau setara 37,6% dari target tahun ini yang sebesar Rp 3.153,6 triliun.
Realisasi pendapatan negara ini tumbuh 19,1% (yoy). Sementara, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.365,4 triliun atau setara 35,5% dari target pagu APBN. Realisasi ini naik 34,4% (yoy).
Menkeu Purbaya menyebut, capaian defisit tersebut merupakan hal yang positif terhadap kondisi fiskal. Capaian itu, menurut dia, menunjukkan anggaran fiskal Indonesia bagus, sekaligus menepis anggapan bahwa pengelolaan fiskal yang ugal-ugalan memicu pelemahan nilai tukar rupiah hingga di kisaran Rp 18.000/USD.
Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 58,6 triliun. Serta, di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 379,4 triliun atau sudah 55,1% dari target APBN 2026.
Menkeu Purbaya melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2026 telah mencapai Rp 834,4 triliun, meningkat 22,1% jika dibandingkan penerimaan pajak Mei 2025 yang sebesar Rp 683,3 triliun.
Realisasi ini sudah setara 35,4% target APBN 2026. Jenis pajak yang tumbuh pesat antara lain PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21, serta PPN dan PPnBM.
PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 tumbuh 26%, dengan realisasi Rp 123,1 triliun. Sedangkan PPN dan PPnBM terealisasi Rp 315,7 triliun, tumbuh 41,3%. PPh badan tumbuh 23,9%, senilai Rp 167,6 triliun.
Sementara PPh final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tumbuh 5,2%, dengan realisasi Rp 138,7 triliun. Sementara itu, penerimaan pajak lainnya terealisasi Rp 89,3 triliun atau terkontraksi 6%.
(Sumber: BDS Alliance) ***