Puisi Indra Pirmana: Kemewahan Hotel Prodeo
ORBITINDONESIA.COM - Ssst …
Tangan terikat mulut bungkam
Berompi khusus
Takut!
Ssst …
Tulisan terpampang di pintu masuk yang kusam,
Ternyata …
Dekorasi, dindingnya tak lagi kusam
lapisan dinding marmer mewah berwarna tersusun rapi
lantai granit tanpa debu
sofa empuk, tersusun rapi
kasur empuk dan megah.
Berderet minuman mewah di kulkas
ruangan dingin tak lagi gerah.
Sontak bara api terbungkam AC
penguasa alam pun tak masuk celah.
Apakah Ini apartemen?
Makanan datang siap saji tinggal bisikan sesuai porsi.
Ssst …
Menu tinggal pilih di layar gawai
tak lagi ada hukuman, kini berubah menjadi peristirahatan
ditemani perabotan mewah.
Kepada siapa kami bertanya?
Apakah ini sandiwara?
Akah ini rekayasa?
Keluar masuk tanpa permisi,
bagi mereka yang penuh lembaran merah
semuanya bisa dimiliki.
Ssst …
ruang nyaman menghampiri
hotel prodeo tak lagi menakutkan
hotel prodeo bagaikan penginapan penuh suguhan.
Ini bukan halusinasi!
Penuh pembatas namun penuh tawa.
Ke mana keadilan?
Ssst …
Kini tinggal tulisan!
Ke mana keadilan?
Ssst …
Kini hanyalah nama.
Terlelap dalam mimpi
ketika hotel prodeo jadi apartemen
sementara di jeruji besi sebelah berebut udara,
satu sinar berebut dalam kegelapan
manusia berjejal tertidur berlomba untuk mencari kelelapan.
Ssst …
Toboali, 2 Oktober 2026
Indra Pirmana adalah penulis, tinggal di Bangka Selatan. ***