Trump Accounts: Proyeksi Jutaan Dolar, Risiko Nyata Orang Tua
ORBITINDONESIA.COM – Trump Accounts menjanjikan anak bisa menjadi jutawan hanya dari setoran kecil, bahkan aplikasi resminya menampilkan proyeksi hingga US$13 juta bila setor maksimal. Namun di balik angka yang memikat itu, ada asumsi imbal hasil pasar yang agresif, pajak yang kerap disalahpahami, dan satu risiko terbesar: uang jatuh ke tangan anak saat berusia 18 tahun.
Trump Accounts adalah rekening investasi anak yang mendapat fasilitas pajak dan resmi diluncurkan 4 Juli, berakar dari kebijakan pajak era Presiden Donald Trump. Selama “masa pertumbuhan” sejak lahir sampai tahun sebelum anak berusia 18 tahun, berlaku aturan khusus yang membuatnya tampak seperti mesin pengganda uang.
Bayi yang lahir pada 2025 hingga 2028 menerima setoran awal satu kali sebesar US$1.000 dari Departemen Keuangan AS. Setelah itu, keluarga dan pihak lain dapat menambah hingga US$5.000 per tahun dari uang setelah pajak, dengan batas yang akan disesuaikan inflasi setelah 2027.
Di aplikasi Trump Accounts, simulasi investasi terlihat sulit ditolak. Setor US$250 per tahun ditampilkan bisa menjadi sekitar US$19.000 pada usia 18 dan US$878.000 pada usia 55, sedangkan setor maksimal US$5.000 per tahun diproyeksikan menjadi US$271.000 pada usia 18 dan US$13 juta pada usia 55.
Angka fantastis itu merujuk pada proyeksi pemerintah di TrumpAccounts.gov, dengan asumsi imbal hasil historis S&P 500 lebih dari 10% per tahun tanpa jeda selama 55 tahun. Masalahnya, asumsi “tanpa gangguan” selama setengah abad adalah dunia ideal yang jarang terjadi di kehidupan nyata.
Morningstar, melalui data yang dikutip CNBC, memperkirakan imbal hasil pasar saham AS dalam satu dekade ke depan bisa lebih rendah, rata-rata sekitar 6,3% per tahun. Selisih kecil beberapa persen terdengar sepele, tetapi dalam horizon puluhan tahun ia bisa mengubah hasil akhir hingga ratusan ribu dolar.
Empat penasihat keuangan yang diwawancarai Fortune cenderung memakai asumsi lebih konservatif, sekitar 7% per tahun. Dengan skenario setor maksimal, kontribusi keluarga dari lahir hingga usia 18 kira-kira US$91.000, termasuk “seed” US$1.000 dari pemerintah.
Pam Krueger, registered investment advisor dan pendiri Wealthramp, menghitung dengan asumsi 7% bahwa nilai rekening bisa menjadi sekitar US$185.000 pada usia 18. Jika dibiarkan tanpa setoran tambahan, nilainya bisa menembus lebih dari US$1 juta pada usia 45.
Krueger menekankan bahwa “waktu di pasar” yang mengangkat beban utama, bukan besarnya setoran. Ia menyebut, dengan asumsi 7%, lebih dari 90% nilai akhir berasal dari efek bunga majemuk selama puluhan tahun.
Mitch Hamer, pendiri Intersecting Wealth, memodelkan skenario serupa untuk anaknya yang berusia 5 tahun. Dengan imbal hasil 7%, ia memproyeksikan rekening mencapai US$1 juta pada usia 45 dan US$3 juta pada usia 60, sementara pada 8% nilainya bisa US$1,4 juta pada 45 dan US$4,5 juta pada 60.
Hamer menggarisbawahi ide kunci: horizon panjang tanpa gangguan compounding adalah konsep yang sangat kuat dalam akumulasi kekayaan pribadi. Ia juga mencatat total jutaan dolar itu dibangun dari kontribusi yang relatif kecil dibanding hasil akhir.
Matthew Chancey, CFP dan pendiri Tax Alpha Companies, menyodorkan angka yang membuat orang berhenti sejenak. Dari proyeksi US$1,5–US$2 juta pada usia 55 dengan asumsi 7%, hanya sekitar US$91.000 yang berasal dari keluarga, sementara sisanya “datang dari waktu.”
Kalimat Chancey yang tajam adalah inti persoalan: pertanyaan sesungguhnya bukan berapa yang disetor, tetapi apakah si anak mampu membiarkan uang itu tidak disentuh cukup lama. Di sinilah proyeksi aplikasi berubah dari “rencana” menjadi “harapan.”
Ketidakpastian pasar adalah caveat pertama, karena tidak ada yang bisa menjamin imbal hasil tahunan stabil selama puluhan tahun. Krueger mengingatkan, perbedaan 1–2 poin persentase saja dapat menggeser hasil akhir ratusan ribu dolar ke dua arah.
Caveat berikutnya adalah pajak, karena banyak keluarga menyamakan “tax-deferred” dengan “tax-free.” Berbeda dari Roth IRA, penarikan dari Trump Account dikenai pajak penghasilan biasa, dan rekening ini otomatis berubah menjadi traditional IRA saat anak berusia 18 tahun.
Konsekuensinya, penarikan sebelum usia 59½ bisa kena penalti 10%, kecuali ada pengecualian seperti pendidikan atau pembelian rumah pertama. Ini berarti rekening yang tampak fleksibel tetap memiliki pagar aturan yang bisa menggigit saat keputusan diambil tergesa-gesa.
Namun para ahli menilai risiko terbesar bukan pasar atau IRS, melainkan momen ulang tahun ke-18. Chancey berkata, “Hari itu Anda berubah dari memegang kendali menjadi hanya penonton,” dan ia menilai banyak keluarga baru sadar setelah anak memasuki masa sulit di usia 20-an.
Hamer menyimpulkan pendidikan finansial harus dimulai sejak dini. Vega, CFP dan managing partner Avance Private Wealth Management, juga menilai kontrol pada usia 18 adalah keterbatasan terbesar karena “kebanyakan orang belum terlalu bertanggung jawab secara finansial saat 18.”
Soal prioritas, para perencana menilai Trump Accounts bersifat tambahan, bukan pengganti 401(k) atau 529. Chancey tegas: maksimalkan dulu employer match 401(k), karena itu “uang gratis,” dan mengabaikannya demi Trump Account adalah kesalahan mahal yang dibungkus niat baik.
Setelah itu, urutan umumnya adalah menimbang 529 dan Trump Account sesuai tujuan. Krueger cenderung memprioritaskan 529 jika kuliah sangat mungkin, lalu Trump Account, karena keunggulan Trump Account adalah setoran tidak mensyaratkan anak punya penghasilan.
Faktor lain yang membuat Trump Accounts menarik adalah janji kontribusi perusahaan. Sejumlah perusahaan seperti Uber, Intel, IBM, dan Nvidia disebut berkomitmen memberi kontribusi sebagai benefit, bahkan hingga US$2.500 per tahun per karyawan, yang tetap dihitung dalam batas US$5.000.
Trump Account “menang” saat keluarga butuh fleksibilitas dan ingin mulai compounding sejak lahir, terutama ketika anak belum punya penghasilan untuk membuka custodial Roth. Ia juga bisa lebih masuk akal dibanding 529 bila orang tua tidak yakin anak akan kuliah, karena 529 menghukum penarikan non-pendidikan.
Trump Account “kalah” ketika anak remaja mulai punya penghasilan nyata, karena custodial Roth menawarkan pertumbuhan bebas pajak yang biasanya lebih unggul dalam horizon puluhan tahun. 529 juga tetap unggul untuk keluarga yang jelas mengejar kuliah, terutama di negara bagian yang memberi potongan pajak berarti.
Para ahli juga menyarankan strategi lanjutan: konversi ke Roth IRA di awal masa dewasa ketika tarif pajak masih rendah. Vega menyebut ia memodelkan skenario kontribusi US$2.500 per tahun selama 18 tahun, lalu “sengaja dikonversi ke Roth,” yang nilainya bisa mendekati US$2 juta saat pensiun dan bebas pajak.
Trump Accounts menjual mimpi yang terasa seperti dana perwalian, tetapi sesungguhnya ia menjual “waktu” dalam kemasan aplikasi. Di sini narasi publik rawan tergelincir, karena orang terpukau pada angka akhir dan lupa bahwa angka itu dibangun di atas disiplin puluhan tahun.
Asumsi imbal hasil 10% selama 55 tahun adalah cara paling cepat membuat kebijakan terlihat heroik. Tetapi kebijakan yang baik seharusnya tidak membutuhkan skenario sempurna agar tampak masuk akal, karena keluarga hidup dalam resesi, PHK, sakit, dan biaya pendidikan yang naik.
Masalah terbesar justru psikologis dan sosial, bukan matematis. Ketika anak memegang kendali penuh pada usia 18, rekening ini berubah dari instrumen perencanaan menjadi ujian karakter, dan karakter tidak bisa diunduh dari App Store.
Di titik ini, proyeksi jutaan dolar bisa berbahaya bila membuat orang tua menunda prioritas dasar seperti dana darurat, proteksi asuransi, atau memaksimalkan match 401(k). “Investasi untuk anak” bisa menjadi alasan emosional yang menutupi keputusan finansial yang tidak efisien.
Namun menolak Trump Accounts mentah-mentah juga tidak adil, karena ia memberi pintu masuk investasi sejak lahir tanpa syarat penghasilan. Jika disandingkan dengan pendidikan finansial yang konsisten dan aturan keluarga yang jelas, ia bisa menjadi alat yang kuat, bukan sekadar gimmick politik.
Trump Accounts memang bisa menghasilkan angka besar, tetapi yang membuatnya besar bukan keajaiban setoran, melainkan kesabaran yang jarang dimiliki manusia. Seperti kata Chancey, rencana utamanya adalah apakah si anak bisa membiarkan uang itu bekerja selama lima dekade.
Bagi orang tua, pertanyaan yang lebih jujur bukan “berapa juta nanti,” melainkan “siapa yang akan memegang kunci saat 18, dan nilai apa yang ia pegang.” Pada akhirnya, bunga majemuk adalah matematika, tetapi ketahanan untuk tidak menyentuhnya adalah pendidikan, budaya keluarga, dan kedewasaan yang tumbuh pelan-pelan. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Juli 2026)