Menkeu Purbaya: Utang Luar Negeri RI yang Mencapai Rp8.000 Triliun Masih Aman
ORBITINDONESIA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan. utang luar negeri (ULN) Indonesia, yang mencapai Rp 8.000 triliun, masih aman.
Ia menegaskan, besarnya nominal ULN tak bisa jadi patokan untuk menilai kondisi keamanan fiskal, melainkan juga mempertimbangkan size ekonomi. Salah satunya lewat rasio utang terhadap PDB.
Menurut dia, rasio utang Indonesia masih 40%, jauh di bawah standar internasional 60%. Ia membandingkan dengan negara lain, termasuk AS yang mencapai 100%, Singapura 175%, dan Jepang 275%.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan risiko ULN yang terus meningkat terhadap PDB. Sebab, peningkatan utang tersebut dihitung dalam dolar AS.
Saat rupiah melemah, nilai PDB juga ikut turun sehingga rasio naik meski tanpa tambahan utang. Ia lebih melihat indikator kemampuan membayar, seperti debt service ratio, karena utang pada akhirnya dibayar dari arus kas, bukan dari besarnya PDB.
Dalam kaitan itu, Yusuf melihat yang menjadi persoalan bukan pada besarnya utang, melainkan kapasitas fiskal. Saat tax ratio masih rendah, beban bunga terus meningkat, jika penerimaan negara tidak tumbuh lebih cepat, maka ruang fiskal akan semakin sempit.
Bank Indonesia kemarin melaporkan, (ULN) Mei 2026 mencapai USD 444,4 miliar (setara Rp 8.000 triliun), naik dari posisi April yang sebesar USD 439,8 miliar. ULN Mei tumbuh 2,1% (yoy), lebih tinggi dibanding April 2% (yoy). ULN pemerintah sebesar USD 217,3 miliar, tumbuh 3,7% (yoy).
Sementara ULN swasta USD 195,9 miliar, terkontraksi 0,1% (yoy). Rasio ULN Indonesia terhadap PDB tercatat sebesar 29,9%, lebih tinggi dari April yang 29,6%.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, total investasi yang masuk pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, naik 7,2% dibanding semester I-2025 yang Rp 942,9 triliun. Dari total investasi itu, terserap 1.448.862 tenaga kerja, tumbuh 15% dibanding semester I-2025 yang sebanyak 1.259.868 orang.
Investasi semester I-2026 paling banyak berasal dari investasi asing (PMA) senilai Rp 507,6 triliun. Sisanya berasal dari dalam negeri (PMDN) Rp 502,9 triliun.
Nilai investasi dari asing ini naik sekitar 17,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 432,6 triliun, sedangkan PMDN justru menyusut, karena pada semester I-2025 sebesar Rp 510,3 triliun. ***