Kemendikdasmen Perkuat Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman melalui Pembentukan Pokja BSAN di Daerah
ORBITINDONESIA.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) menggelar kegiatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di daerah mitra INOVASI. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan buku Ketika Sekolah Melindungi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan pendidikan yang berorientasi pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak kepada murid.
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Keputusan Mendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman BSAN.
Melalui regulasi tersebut, pemerintah memperkuat pendekatan promotif dan preventif untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari aspek fisik, sosial, maupun budaya sekolah.
Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen mendorong pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pokja ini berfungsi sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam mendukung implementasi kebijakan di daerah.
Keanggotaan Pokja melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Sekretariat Daerah, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi peserta didik.
“Sekolah menjadi tempat di mana semua orang merayakan kebersamaan. Inilah dasar kami menekankan aspek yang lebih humanis, inklusif, dan partisipatif,” ujarnya saat membuka kegiatan di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Abdul Mu’ti, budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak cukup dibangun melalui sarana fisik yang memadai. Lingkungan sosial yang sehat dan hubungan positif antarwarga sekolah juga menjadi faktor penting.
Karena itu, kebijakan BSAN dirancang untuk melibatkan seluruh unsur pendidikan dalam membangun ekosistem sekolah yang mendukung proses pembelajaran secara menyeluruh.
“Semuanya menjadi satu kesatuan sehingga sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi budaya dan peradaban baru, di mana semua anak belajar dengan nyaman, gembira, dan penuh semangat mencapai cita-citanya,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat perlindungan peserta didik di lingkungan sekolah.
Melalui program INOVASI, Pemerintah Australia bersama Kemendikdasmen telah mendukung pengembangan dan uji coba Modul Pembiasaan Karakter Hebat di sejumlah daerah.
Praktik baik yang sebelumnya diterapkan di Kota Batu dan Kota Tarakan kini mulai diperluas ke lebih banyak sekolah sebagai bagian dari penguatan budaya sekolah yang positif.
“Kami menyambut baik pembentukan kelompok kerja sekolah aman dan nyaman di tingkat daerah sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem pendidikan,” ujar Gita.
Menurutnya, Pemerintah Australia berkomitmen mendukung penguatan sistem pendidikan yang inklusif serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi seluruh anak.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pembentukan Pokja BSAN di 20 kabupaten/kota dan lima provinsi mitra INOVASI.
Selain itu, Kemendikdasmen menyerahkan buku Ketika Sekolah Melindungi: Cerita dari Sekolah Mitra INOVASI dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Buku tersebut memuat berbagai praktik baik yang telah dilakukan sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal. (Gun) ***