Badan Migrasi PBB: Hampir 6.000 Orang Mengungsi dalam Satu Hari Akibat Bentrokan di Darfur Barat, Sudan
Keluarga Sudan yang mengungsi berlindung di kamp Al-Afadh yang baru didirikan di Al Dabbah, setelah melarikan diri dari Al-Fashir dan zona konflik lainnya pada 6 November 2025.
InternasionalORBITINDONESIA.COM - Hampir 6.000 orang mengungsi dari tujuh desa di negara bagian Darfur Barat, Sudan, dalam satu hari di tengah bentrokan antara tentara dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF); demikian disampaikan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada hari Senin, 10 Agustus 2026, seperti dilaporkan Anadolu.
Dalam sebuah pernyataan, badan PBB tersebut menyebutkan bahwa 5.975 orang melarikan diri dari desa-desa Lakisa, Rofeid, Shibeit Ardu, Um Ghadara, Hajar Sangeid, Salamtar, dan Abu Suruj di wilayah Sirba pada hari Minggu akibat "kondisi keamanan yang memburuk."
Sebagian besar keluarga melintasi perbatasan menuju Chad, sementara yang lain mencari perlindungan di lokasi-lokasi di dalam wilayah El Geneina, ibu kota Darfur Barat, tambah badan tersebut.
Situasi masih tegang, ujar badan tersebut, seraya mencatat bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi secara cermat.
Pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, IOM melaporkan bahwa 5.135 orang telah mengungsi dari 10 desa di Sirba sehari sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan keamanan.
Pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026, Gubernur Darfur Minni Arko Minnawi mengatakan bahwa tentara Sudan telah memukul mundur serangan berskala besar yang dilancarkan RSF terhadap Bir Saliba.
Bir Saliba terletak di sebelah utara El Geneina, ibu kota Darfur Barat, dan dianggap strategis karena lokasinya yang berada di sepanjang jalur menuju kota tersebut. Wilayah ini telah berulang kali menjadi lokasi pertempuran antara RSF dan tentara serta pasukan sekutunya.
Pertempuran antara tentara Sudan dan RSF terus berlangsung sejak 15 April 2023, menyusul perselisihan mengenai integrasi pasukan paramiliter tersebut ke dalam militer reguler. Konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi. Hingga akhir Juni 2026, IOM mencatat sekitar 8,69 juta orang yang mengungsi di dalam negeri di Sudan, serta lebih dari 4,64 juta orang yang telah kembali ke berbagai wilayah di dalam negeri maupun dari luar negeri. ***