Trump Tetap Tidak Memberikan Rincian Jelas Mengenai Rencana Sanksi bagi Mitra Iran

Presiden Donald Trump.

Presiden Donald Trump.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Presiden Donald Trump tetap tidak memberikan rincian jelas pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, saat ditanya mengenai kampanyenya untuk melumpuhkan ekonomi Iran.

Ia menolak mengungkapkan apakah ia berencana menjatuhkan sanksi terhadap bank-bank Tiongkok atau apakah ia telah membahas masalah tersebut dengan para pemimpin negara lain.

Awal pekan ini, pemerintahannya mengumumkan "Operation Economic Outcast" (Operasi Pengucilan Ekonomi), yang mengancam akan menjatuhkan sanksi baru yang keras terhadap mitra dagang Iran jika mereka tidak memutus hubungan dengan Teheran.

Namun, pemerintah belum menerapkan langkah-langkah baru apa pun, dan sejauh ini belum memasukkan institusi keuangan besar mana pun dari Tiongkok—mitra dagang terbesar Iran—ke dalam daftar pihak yang dikenai sanksi AS.

Trump bereaksi dengan nada kesal saat ditanya mengapa ia tidak menerapkan sanksi baru terhadap bank-bank Tiongkok yang berbisnis dengan Teheran.

"Siapa bilang saya tidak melakukannya? Anda tidak tahu apakah saya sedang melakukannya," ujarnya. "Saya tidak harus mengumumkan segalanya, bukan?"

Belakangan, saat ditanya dengan pemimpin dunia mana ia telah membahas kampanye tekanan tersebut, Trump mengisyaratkan bahwa hal itu tidak masuk dalam agendanya, meskipun Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Senin mengatakan bahwa Trump telah menghubungi rekan-rekan sejawatnya di luar negeri "dengan permintaan khusus agar mereka menghentikan interaksi dengan rezim tersebut."

"Tidak banyak yang perlu dibicarakan. Kami tidak ingin berbicara dengan mereka," kata Trump pada hari Kamis. "Kami tidak berniat untuk mengadakan pertemuan atau semacamnya."

Tak Ada Negosiasi

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran saat ini.

"Tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung saat ini, dan situasi ini akan terus berlanjut sampai presiden merasa bahwa mungkin mereka bersedia duduk di meja perundingan secara serius. Kami belum melihat hal itu terjadi," ujar Leavitt kepada Fox News.

Sekretaris pers tersebut mengatakan bahwa AS berfokus untuk memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran, sebuah upaya yang oleh Gedung Putih dijuluki "Operation Economic Outcast." Ia menambahkan bahwa presiden "tetap membuka semua opsi yang ada."

"Kami telah menjalankan Operation Epic Fury untuk menghancurkan kekuatan militer mereka. Kini kami memiliki Operation Economic Outcast untuk menghancurkan ekonomi mereka," tambah Leavitt.

Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya telah menjalin jalur komunikasi langsung (backchannel) dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, sebuah klaim yang kemudian dibantah oleh pihak IRGC. ***