Trump Menandatangani Perintah untuk Mengubah Nama Danau Ontario Menjadi Danau Amerika

Danau Ontario.

Danau Ontario.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

Langkah ini diambil setelah perundingan perdagangan antara AS dan Kanada gagal pada akhir pekan lalu, dan AS memberlakukan tarif baru sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai US$20 miliar (C$28 miliar). Kanada akan menerapkan tarif balasan yang nilainya setara ("dollar for dollar") bulan depan.

Di tengah sengketa perdagangan tersebut, Trump telah berulang kali melontarkan ancaman di media sosial untuk mengubah nama danau itu, yang merupakan salah satu dari lima Great Lakes (Danau-Danau Besar) yang wilayahnya mencakup kedua negara.

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, ia menyatakan bahwa langkah tersebut "resmi dan berlaku segera" serta menyebutkan bahwa pemerintahannya telah "mengajukan semua berkas dan dokumen yang diperlukan" untuk melakukan perubahan itu.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mencatat bahwa nama Danau Ontario sudah ada sejak lebih dari 400 tahun yang lalu—sebuah fakta yang ia sampaikan dalam unggahan media sosial pada hari Kamis—yang berarti nama tersebut sudah ada sebelum terbentuknya Konfederasi Kanada maupun Deklarasi Kemerdekaan AS.

"Kita tahu bahwa Amerika Serikat sedang berubah. Hubungan perdagangan mereka, kebijakan luar negeri mereka, monumen nasional mereka, hingga nama-nama perairan mereka," tulisnya. "Masyarakat Kanada juga tahu bahwa segala sesuatu harus disebut dengan nama aslinya, dan danau ini bernama Danau Ontario—hari ini dan selamanya."

Saat Trump mulai menjabat di Gedung Putih pada tahun 2025, ia menandatangani perintah serupa yang mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Meksiko menolak perubahan nama tersebut dengan alasan bahwa satu negara tidak bisa mengubah nama perairan internasional yang dimiliki bersama.

Hal itu juga memicu perselisihan antara Meksiko dan raksasa teknologi Google, yang mengubah nama teluk tersebut dalam aplikasi petanya.

Dalam kasus tersebut, pengguna Google Maps di AS melihat nama "Gulf of America" ​​(Teluk Amerika), sementara pengguna di Meksiko melihat "Gulf of Mexico" (Teluk Meksiko). Pengguna di negara lain melihat "Gulf of Mexico (Gulf of America)".

Tidak ada badan internasional yang diakui secara universal untuk menetapkan nama-nama perairan internasional. Meskipun presiden AS memiliki wewenang luas dalam menentukan bagaimana negaranya secara resmi mengakui nama-nama tempat atau bentang alam, negara lain tidak wajib mengikutinya.

Menurut pernyataan presiden, perintah terbaru Trump ini menginstruksikan Departemen Dalam Negeri AS untuk memperbarui Geographic Names Information Service—pusat data resmi untuk nama-nama geografis domestik di AS—agar mencerminkan perubahan nama tersebut. Namun, Kanada tidak berkewajiban mengakui perubahan nama yang dilakukan oleh negara lain, dan para pejabat menepis gagasan tersebut dalam pernyataan yang disampaikan awal pekan ini.

"Kami akan tetap menyebutnya Danau Ontario," ujar Menteri Perindustrian Melanie Joly pada hari Selasa.

Nama empat dari lima Great Lakes—yaitu Ontario, Huron, Michigan, dan Erie—berasal dari kata-kata bahasa penduduk asli. Nama Danau Superior diambil dari kata bahasa Prancis yang telah disesuaikan ke dalam bahasa Inggris. Danau Ontario, yang merupakan danau terkecil di antara Great Lakes, berbatasan dengan provinsi Ontario di Kanada serta negara bagian New York di Amerika Serikat. ***